Penciptaan Wayang Kreasi sebagai Artistik Pertunjukan Teater pada Naskah Lakon Tekurung Tangas

Ady Santoso

Abstract


Penelitian penciptaan wayang kreasi ini berangkat dari kebutuhan artistik untuk pertunjukan teater yang diproduksi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Kajanglako Universitas Muhammadiyah Jambi dengan naskah lakon Tekurung Tangas karya Natasya Salsabilla. Penelitian ini memfokuskan bagaimana penciptaan wayang kreasi yang dapat menjadi pendukung utama dari pertunjukan teater pada bagian artistik . Pendekatan metode interpretatif bentuk dipilih sebagai landasan dalam penciptaan wayang kreasi yang bersumberkan dari tokohtokoh peran di dalam naskah lakon tersebut. Hasil yang didapatkan dalam penciptaan wayang kreasi ini adalah: (1) layar yang terinspirasi dari atap rumah adat tradisional kajanglako; (2) bentuk- bentuk wayang kreasi yang merupakan stilasi deformasi dari para pemeran pertunjukan; (3) media plastik sebagai materi pembuatan wayang kreasi. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian adalah telah dapatnya wayang kreasi ini menjadi bagian pendukung utama sebagai artistik pertunjukan teater dan menjadi bagian dari adegan pertunjukan teater.

Kata Kunci: Wayang Kreasi, Pertunjukan Teater, Tata Artistik

Full Text:

PDF

References


Farida, D. N. (2017). Kritik ekologi sastra puisi perempuan lereng gunung karya Ika Permata hati dalam antologi puisi perempuan di ujung senja melalui ekofeminisme Susan Griffin. BASINDO: jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya, 1(2), 48-52.

Kartika, D. S., & Ganda, N. (2004). Memahami Seni dan Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.

Pramayoza, D. (2013). Pementasan Teater Sebagai Suatu Sistem Penandaan. Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 8(2).

Pratama, D. (2011). Wayang kreasi: Akulturasi seni rupa dalam penciptaan wayang kreasi berbasis realitas kehidupan masyarakat. Deiksis, 3(04), 379-396.




DOI: http://dx.doi.org/10.26742/pib.v0i0.3285

Refbacks

  • There are currently no refbacks.