RELASI PENGETAHUAN EKOLOGI MASYARAKAT SUNDA (PATANJALA) DENGAN POLA PERMAINAN KARAWITAN BANGKONGAN DAN TONGGÉRÉTAN

Authors

  • Gempur Santosa
  • Dedy Satya Hadianda
  • Ahmad Maulana

Abstract

Paradigma masyarakat timur yang cenderung hidup di tengah ekologi yang subur melahirkan pandangan
bahwa alam adalah bagian dari kehidupan, sehingga dikenal dengan pola pikir ekosentris yang menempatkan
manusia sejajar dengan alam, bahkan cenderung menempatkan alam sebagai entitas yang lebih
tinggi dan perlu dihormati. Dari paradigma tersebut, salah satunya dapat ditemukan dalam berbagai
bentuk ekspresi, dari sistem pengetahuan, hingga ritual-ritual yang menunjukkan penghormatan manusia
terhadap alam. Salah satunya dikenal dengan konsep pertiwi, bahwa alam adalah ibu yang merawat
keseimbangan, yang menghidupi, sehingga setiap ekspresi kebudayaan selalu bersandar pada cara
pandang tersebut. Dalam mempraktikan penghormatan terhadap alam, dikenal konsep Patanjala yang
mengedepankan konsep wilayah (ruang), wayah (waktu) dan lampah (perilaku), di mana setiap interaksi
manusia terhadap alam, termasuk pemanfaatan manusia secara langsung terhadap alam, dibatasi dengan
konsep aturan ruang, aturan waktu, dan aturan perilaku manusia dalam memperlakukan alam. Merujuk
pada pandangan klasik tentang kebudayaan dan habitatnya, menjadi pertanyaan penting apakah dalam
kebudayaan Sunda ekspresi seni sebagai bagian dari dimensi 7 (tujuh) unsur kebudayaan, memiliki
relasi dengan paradigma memperlakukan alam? Khususnya dalam seni musik tradisi (Karawitan), di
mana ditemukan pola permainan musikal yang erat dengan ekologi, seperti Bangkongan dan Tongérétan
sebagai dua pola permainan mimesis dari perilaku Rana Shqiperica (katak air) yang identik dengan
musim penghujan (mijih) dan Cicadidae (Tongérét/Garengpung) yang identik dengan penanda musim
kemarau. Kajian ini fokus pada telaah relasi pola permainan musikal Karawitan Sunda dengan konsep
wayah atau waktu/musim sebagai pengetahuan ekologi masyarakat Sunda.

Downloads

Published

2024-11-30

Most read articles by the same author(s)