PERKEMBANGAN TABUHAN KACAPI INDUNG TEMBANG SUNDA CIANJURAN: KAJIAN TENTANG TEKNIK KAITANNYA DENGAN PENCAPAIAN KUALITAS TABUHAN
Abstract
Penelitian ini berdasar pada asumsi bahwa ada tiga variable yang terkait dengan estetika (keindahan)
dan pengembangan tabuhan kacapi indung yakni: “teknik”, “progres”, dan “mutu.” Ketiga hal ini satu
sama lain memiliki kaitan erat yang saling memengaruhi. Misalnya, mutu berdasar pada progres, dan
progres berdasar pada teknik. Teknik itu sendiri dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yaitu teknik
membunyikan dawai kacapi; teknik garap komposisi; dan teknik rekayasa. Progress merupakan hasil
dari kemampuan “teknik” yang dimiliki oleh seorang pemain kacapi indung berdasarkan pada pengalaman,
keterampilan, ketekunan, dan daya ungkap ekspresinya. Sementara itu, mutu berkait dengan
keindahan estetik dalam permainan kacapi indung sebagai akibat dari terjadinya progress dari seorang
pemain kacapi indung yang telah menguasai berbagai teknik, baik teknik membunyikan dawai kacapi,
teknik garap komposisi, maupun teknik rekayasa. Utuk menjelaskan permasalahan ini, penulis akan
menganalisis berbagai teknik tabuhan kecapi indung dengan menggunakan teori gaya Bruno Nettle yang
terdiri atas tiga pendekatan, yaitu: pendekatan sistematis, pendekatan intuitif, dan pendekatan selektif.
Hasil pembahasan dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mutu dan estetika permainan kacapi
indung dalam mengiringi lagu-lagu Tembang Sunda Cianjuran bergantung pada kemampuan “teknik”
dan “progress” yang dimiliki oleh seorang pemain kacapi indung yang didasari oleh pengalaman, keterampilan,
kepekaan, ekspresi, dan konsistensi dari profesinya sebagai seorang pemain kacapi indung
dalam Tembang Sunda Cianjuran.





