INOVASI SENI WAYANG TAVIP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MUHADHOROH DI PONDOK PESANTREN FATHUL HUDA BOJONGKASO
Abstract
Wayang Tavip diciptakan oleh Mohamad Tavip, Dosen Institut Seni Budaya Indonesia Bandung. Teknologi
dan Inovasi Wayang Tavip terletak pada medium transparan warna, tata cahaya dan modifikasi
karakter wayang sesuai dengan kebutuhan. Layar khusus dan jenis lampu yang digunakan pada Wayang
Tavip ini menjadi salah keunggulan teknologi dan inovasi Wayang Tavip. Inovasi penggunaan Wayang
Tavip sebagai media pembelajaran Muhadhoroh di lingkungan pondok pesantren. Muhadhoroh adalah
seni dakwah dengan gaya menarik dan menghibur untuk memberikan pemahaman agama kepada masyarakat
sekitar. Pertunjukan Wayang Tavip sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran lingkungan
dan pesan keagamaan kepada masyarakat di kampung Bojongkaso. Pembuatan Wayang Tavip dari
bahan limbah dan non plastik transparan sebagai media pembelajaran Muhadhoroh. Manfaat dari program
ini melatih kreativitas, kemampuan mental, dan melatih keberanian berbicara oleh para santri di
depan umum. Inovasi Seni Wayang memberi kontribusi yang positif untuk para ustads dan santri serta
masyarakat sekitar. Berdasarkan sejarah, Wayang juga salah satu media pendidikan dalam penyebaran
agama Islam di pulau Jawa seperti yang dilakukan oleh para wali, seperti Sunan Kalijaga. Penelitian
karya seni ini akan dilakukan Di Pondok Pesantren Fathul Huda Bojongkaso Desa Cihanyir Kabupaten
Bandung. Luaran dan Target program ini meningkatkan pemberdayaan para Santri Pondok pesantren
khususnya di bidang kesenian Islam dan wayang berbasis permasalahan sosial dan lingkungan. Luaran
berupa HAKI, artikel, prosiding. Target dari program ini diharapkan para Santri dapat membuat wayang
Tavip dan melakukan seni pertunjukan islami untuk berdakwah serta mengatasi permasalahan sosial
dan lingkungan di Desa Cihanyir.





