ASSEMBLAGE ART SEBAGAI METODE PENCIPTAAN SENI RUPA BERBASIS OBJEK TEMUAN PADA KOMUNITAS INVALID URBAN

Authors

  • Nandang Gumelar Wahyudi
  • Adinda Safrina
  • Rizki Lutfi Wiguna

Abstract

Assemblage art adalah istilah yang digunakan dalam karya seni rupa yang berasal dari teknik penggabungan
berbagai objek temuan atau benda-benda bekas sehari hari yang disusun dan dirakit hingga
membentuk kesatuan karya seni. Istilah ini pertama kali muncul awal abad ke-20 dan sering dikaitkan
dengan gerakan avant garde seperti dalam seni Dada dan seni Konstruktivisme. Hal ini dianggap telah
mempengaruhi perkembangan seni modern ke arah kontemporer dengan membawa pendekatan yang
inovatif terhadap metode penciptaan, materialitas, dan makna objek. Salah satu komunitas seni yang
menggunakan teknik assemblage sebagai metode utama penciptaan karyanya adalah komunitas Invalid
Urban. Komunitas ini berdiri di Bandung sejak tahun 2000, hingga saat ini aktif mengedepankan
projek-projek seni eksperimental berbasis benda-benda temuan yang dirakit secara artistik hingga
menjadi kesatuan karya yang utuh dan menarik. Penelitian tentang assemblage art akan menggunakan
pendekatan metode kualitatif, kombinasi dari metode kualitatif dan kuantitatif. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah dengan metode kualitatif dengan pendekatan Etnografi. metode ini digunakan
untuk memahami perilaku, kepercayaan, dan norma suatu kelompok sosial atau budaya. Metode
ini melibatkan pengamatan partisipan, di mana peneliti secara langsung terlibat dalam kehidupan sehari-
hari kelompok tersebut. peneliti berupaya dapat menggali makna dan konsep-konsep yang mendasari
assemblage art pada karya Invalid Urban yang dapat memberikan kontribusi keilmuan dalam
dunia akademik dan hubungannya dengan perkembangan seni rupa kontemporer saat ini yang memuat
isu-isu sosial, budaya, dan lingkungan yang relevan.

Downloads

Published

2024-11-30