KESENIAN TEREBANG BUHUN SANGKAN HURIP SEBAGAI IDENTITAS CULTURAL MASYARAKAT DUSUN ANTARA DESA TAMAN SARI KECAMATAN CIBUGEL KABUPATEN SUMEDANG
Abstract
Kesenian terebang buhun Sangkan Hurip bukan hanya sekadar jenis kesenian yang terlahir dari sebuah
nama instrument, melainkan simbol expresi identitas masyarakat Sunda. Seni Terebang Buhun memiliki
makna yang mendalam, dan akar tradisi kuat yang diwariskan oleh system dan struktur masyarakat Sunda
berdasarkan fungsinya. Seni Terebang Buhun Sangkan Hurip didirikan tahun 1920 yang sampai saat ini
sudah mengalami 3 generasi kepengurusan, buhun mengandung arti tua, kuno, atau purba,
merepresentasikan kajian sejarah terhadap fungsi kesenian dalam peradaban kebudayaan masyarakat
sunda di Kabupaten Sumedang Khususnya Cibugel dari era 1920 sampai dengan era saat ini 2025.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan diakronik dan fenomenologi, metode
pendekatan tersebut mengupas kajian seni pertunjukan berdasarkan fungsi serta bentuk sajian kesenian
Terebang Buhun Sangkan Hurip dalam 3 periode kepemimpinan, dari mulai era Abah Warta, era Abah
Tahya, sampai dengan era bapak acang. Hasil penelitian ini menghasilakan bentuk pemahaman sejarah
terebang Buhun yang merupakan cerminan sebuah perjalanan sejarah melalui dinamika seni pertunjukan
tradisional Indonesia melalui exsitensi Kesenian Terebang Buhun Sangkan Hurip Sumedang.
Kata Kunci: Instrument Terebang, Dusun Antara Desa Taman Sari Cibugel Sumedang, Kesenian
Terebang Buhun Sangkan Hurip.





