REKONTEKSTUALISASI KENDURI SKO KECAMATAN KUMUN DEBAI: PERGESERAN MAKNA DAN FUNGSI DARI TRADISI RITUAL KE PRODUK PARIWISATA

Authors

  • Monita Precillia

Abstract

Kenduri Sko merupakan praktik adat yang memiliki akar sejarah yang kuat sebagai ritual pemurnian,
penobatan gelar adat, dan sarana penghubung antara masyarakat dengan leluhur. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengkaji mengenai implikasi rekontekstualisasi Kenduri Sko terhadap
fungsi sosial dan makna simbolik aslinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
desain etnografi lapangan yang diperkaya oleh perspektif digital ethnography untuk menangkap
praktik ritual Kenduri Sko yang direkontekstualisasi menjadi produk pariwisata, baik secara langsung
(kehadiran fisik) maupun melalui representasi digital (media sosial, materi promosi). Pendekatan ini
memungkinkan analisis mendalam terhadap praktik, narasi, dan representasi simbolik dalam
konteks lokal dan pasar pariwisata. Hasil penelitian pelaksanaan Kenduri Sko di Kumun Debai pada
6 Juli 2025 menunjukkan gejala rekontekstualisasi budaya yang jelas. Dokumentasi video, unggahan
media sosial, dan liputan media lokal mengungkapkan bahwa rangkaian ritual sakral kini dipadukan
dengan hiburan populer dan keterlibatan pejabat publik. Promosi acara bahkan menonjolkan
penampilan artis sebagai daya tarik utama, sementara prosesi adat tetap dibuka untuk ditonton
publik dan wisatawan. Fenomena ini merepresentasikan pergeseran fungsi dari acara adat internal
menuju format yang diatur untuk konsumsi publik, mencerminkan logika pariwisata dan
komersialisasi.
Kata kunci: Kenduri Sko, Kumun Debai, Ritual, Rekontekstualisasi, Produk Pariwisata

Downloads

Published

2025-12-01