TREN KOREOGRAFI HEWAN DALAM KARYA TUGAS AKHIR TARI KONTEMPORER MAHASISWA ISBI BANDUNG (2022-2025)
Abstract
Kajian ini menelusuri karya tugas akhir tari kontemporer mahasiswa Jurusan Tari ISBI Bandung pada
periode 2022–2025, dengan perhatian khusus pada kecenderungan baru yaitu penggunaan hewan
sebagai sumber ide penciptaan. Pada awalnya, sebagian besar karya mahasiswa lebih banyak
menghadirkan corak dramatik dengan kecenderungan ke arah dance theatre, dipengaruhi gaya
pedagogi para dosen penciptaan. Namun sejak 2019, muncul kecenderungan lain berupa karya
murni yang mengolah inspirasi hewan menjadi eksplorasi tubuh. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui telaah dokumentasi karya, wawancara, dan studi
literatur. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa karya mahasiswa tidak berfokus pada peniruan
hewan secara visual, tetapi pada proses transformasi dan representasi gerak di tubuh penari. Karya
Whooper (2019) tercatat sebagai pemicu tren ini dan disusul oleh sejumlah karya berikutnya, seperti
Haijag (2022), Bias (2022), Mau (2023), Kawa-kawa (2024), Sheeesh (2024), Sea Beels (2025),
serta ROM (2025). Fenomena ini menandai pergeseran estetika kampus dari gaya dramatik menuju
eksplorasi murni berbasis tubuh, sekaligus memperkaya dinamika penciptaan tari kontemporer di
ISBI Bandung.
Kata kunci: tari kontemporer, koreografi, tugas akhir, ISBI Bandung, hewan





