MODIFIKASI PENYAJIAN TARI TOPENG KLANA SEBAGAI KEMASAN SENI WISATA

Authors

  • Nunung Nurasih
  • Nur Rochmat

Abstract

Pertunjukan Tari Topeng Cirebon pada masa lalu (khususnya pada acara-acara hajatan masyarakat)
biasanya ditampilkan secara utuh meliputi lima tarian pokok, dengan durasi pertunjukan bisa
berlangsung hingga satu hari atau satu malam penuh (sekitar 6 sampai 7 jam). Pada
perkembangannya di masa kini, pertunjukan Tari Topeng Cirebon hanya ditampilkan beberapa
bagian tarian saja dengan durasi berkisar antara 10 sampai 15 menit. Hal ini menuntut kreativitas
penari (Dalang Topeng) untuk melakukan improvisasi pada tariannya sehingga dapat
mempersingkat durasi penyajiannya tanpa menghilangkan esensi/makna tarian tersebut.
Permasalahan yang dirumuskan terhadap topik kajian ini adalah bagaimana modifikasi penyajian
Tari Topeng Klana sebagai kemasan seni wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mendapatkan eksplanasi secara komprehensif mengenai modifikasi penyajian Tari Topeng Klana
sebagai kemasan seni wisata. Landasan konsep pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teori kreativitas yang dikemukakan oleh Rhodes mengenai “Four P’s of Creativity: Person,
Process, Press, Product”. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi
penyajian Tari Topeng Klana sebagai kemasan seni wisata merupakan hasil dari interaksi kompleks
antara pribadi seniman, proses kreatif yang dijalani, dukungan lingkungan sosial budaya, serta
produk budaya yang dihasilkan.
Kata kunci: modifikasi, Topeng Klana, kemasan seni wisata

Downloads

Published

2025-12-01