PERAN KURATOR DALAM KIDS BIENNALE INDONESIA 2025: TUMBUH TANPA RASA TAKUT
Abstract
Kids Biennale Indonesia 2025 dengan tema Tumbuh Tanpa Rasa Takut menghadirkan ruang bagi
anak-anak untuk berekspresi melalui seni tanpa tekanan norma yang membatasi kreativitas. Artikel
ini membahas peran kurator sebagaimana dirumuskan Suwarno Wisetrotomo dalam buku Kuratorial,
Hulu Hilir Ekosistem, yang menekankan lima fungsi utama: merancang pameran, menyusun konsep
kurasi, memilih seniman dan karya, merancang kegiatan pendukung, serta memproduksi
pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi
pustaka dan analisis dokumen primer Kids Biennale 2025, termasuk katalog dan press release
resmi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerja kuratorial dalam konteks biennale anak tidak hanya
menitikberatkan pada seleksi karya, tetapi juga pada penciptaan ruang aman, inklusif, dan edukatif.
Konsep tumbuh tanpa rasa takut diartikulasikan melalui strategi pameran yang memfasilitasi
keberanian anak untuk berekspresi, kegiatan pendukung yang mengintegrasikan publik, serta
produksi pengetahuan yang melahirkan perspektif baru mengenai posisi seni anak dalam ekosistem
seni kontemporer. Simpulan artikel ini menegaskan bahwa kerja kurator dalam Kids Biennale 2025
bukan sekadar operasional pameran, tetapi juga praksis ekopedagogis yang memperkuat ekosistem
seni dari hulu ke hilir dengan mengutamakan keberlanjutan, partisipasi, dan kebebasan berekspresi
anak.
Kata kunci: Kids Biennale Indonesia, Kuratorial, Pameran Anak, Medan Seni





