DANCE FILM RIKSASATO
Abstract
Penelitian artistik ini bertujuan menciptakan sebuah karya tari dalam bentuk dance film berjudul
Riksasato yang mengangkat isu ekologis terkait deforestasi, keterpurukan satwa, dan konflik dengan
manusia. Permasalahan kerusakan hutan diangkat sebagai gagasan utama, mengingat dampaknya
yang serius terhadap hilangnya keanekaragaman hayati dan ancaman bagi keberlangsungan hidup
manusia. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, eksplorasi
gerak, improvisasi, serta komposisi. Melalui tahapan ini, lahirlah sebuah karya tari berbasis film yang
menggabungkan unsur tari, teaterikal, tata rias fantasi, busana karakter, musik pengiring, dan
sinematografi sebagai kesatuan dramaturgi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Riksasato berhasil
menghadirkan narasi dramatik yang kuat. Alur film dimulai dari penebangan hutan, kelaparan satwa,
konflik antarhewan, hingga pertarungan dengan manusia, yang berujung pada kemenangan hewan
dan kemunculan mafia hutan sebagai simbol kapitalisme yang merusak. Transformasi tubuh penari
menjadi representasi satwa diwujudkan melalui eksplorasi gerak stilisasi, didukung rias dengan face
paint dan latex untuk membentuk karakter, serta busana yang mempertegas identitas tokoh. Karya
ini tidak hanya menekankan aspek estetis, tetapi juga fungsi edukatif, yakni menggugah kesadaran
akan pentingnya pelestarian lingkungan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa dance
film dapat berfungsi sebagai medium artistik sekaligus sarana kritik sosial-ekologis yang relevan
dengan kondisi masyarakat kontemporer. Selain itu, karya ini juga dapat dipahami sebagai bagian
dari praktik environmental art yang menggunakan seni sebagai refleksi sekaligus perlawanan
terhadap krisis ekologis global.
Kata Kunci: Dance Film, Riksasato, Ekologi, Tari, Kritik Sosial, Environmental Art





