PENERAPAN TEORI NEUROSCIENCE PADA MODEL PEMBELAJARAN UNTUK MATA KULIAH TEORI

Augustina Ika Widyani, Siti Nurannissa P. B.

Abstract


Teaching in theory classes is challenging for lecturers of Visual Art and Design Faculty because students tent to get boring and sleepy during the course. The purpose of this study is to understand how the brain works to help lecturers planning the theoretical courses, and help students to get maximum learning results and be able to develop information and knowledge received. The method applied in this research is research and development with the results of learning models for theoretical courses in Visual Art and Design Faculty. This research produces learning tools for the Research Methodology course for Department of Visual Communication Design, and learning tools for Aesthetic subjects for Department of Interior Design. From this study it can be concluded that the duration of lecture type theory needs to be divided into 2 (two) segments of the delivery of material, 1 (one) pause segment, and 2 (two) review segments in the form of reflection. In addition, lecturers need to involve student enthusiasm through various stimuli to stimulate the neo-cortex brain, so that information absorption can be optimal.

Keywords: Learning, Neuroscience, Theoretical Courses of Visual Art and Design

________________________________________________________________

 

Mengajar di kelas teori bagi dosen FSRD merupakan tantangan tersendiri karena mahasiswa cenderung bosan dan mengantuk mulai di tengah perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami cara kerja otak sehingga dapat menyusun rencana pembelajaran untuk mata kuliah teori dengan baik, selanjutnya mahasiswa akan mendapatkan hasil belajar yang maksimal serta mampu mengembangkan informasi dan pengetahuan yang diterima dengan maksimal. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah research and development dengan hasil luaran berupa model pembelajaran untuk mata kuliah teori di Prodi Desain Interior dan Prodi Desain Komunikasi Visual, FSRD Untar. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran untuk mata kuliah Metodologi Penelitian untuk Prodi Desain Komunikasi Visual, dan perangkat pembelajaran untuk mata kuliah Estetika untuk Prodi Desain Interior. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa durasi perkuliahan berjenis teori perlu dibagi menjadi 2 (dua) segmen penyampaian materi, 1 (satu) segmen jeda, dan 2 (dua) segmen ulasan (review) dalam bentuk refleksi. Selain itu dosen perlu melibatkan antusiasme mahasiswa melalui berbagai rangsangan untuk menstimulasi otak bagian neo kortek, sehingga penyerapan informasi dapat optimal.   

Kata Kunci: Pembelajaran, Neuroscience, Mata Kuliah Teori Seni Rupa dan Desain


References


Bestley, R., & Noble, I. (2016). Visual Research: An Introduction to Research Methods in Graphic Design. New York: Bloomsbury Publishing Plc.

Nurannisaa, S., & Widyani, A. I. (2016). Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Teori Belajar Neuroscience Untuk Mata Kuliah Berjenis Teori. Jakarta: LPPI Universitas Tarumanagara.

Nurannisaa, S., & Widyani, A. I. (2016). Pengembangan Perangkat Pembelajaran berbasis Teori Belajar Neuroscience untuk Mata Kuliah Berjenis Teori di Fakultas Seni Rupa dan Desain. Jakarta: LPPI Universitas Tarumanagara.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Jakarta: Alfabeta.

Wathon, A. (2016). Neurosains dalam Pendidikan. Jurnal Lentera: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, halaman 284-294.

Widyani, W. I., Valentina, A., & Nurannisaa, S. (2014). Penggunaan Media Pembelajaran Visual pada Mata Kuliah Estetika. Jakarta: Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Tarumanagara.




DOI: http://dx.doi.org/10.26742/atrat.v8i1.1095

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.