POTENSI TEKNIK INTERLOCKING MODULAR SEBAGAI EMBELLISHMENT PADA BUSANA READY-TO-WEAR DELUXE

Fahryn Patka Aprinsyah, Widya Nur Utami Bastama

Abstract


Fashion in Indonesia is experiencing a lot of progress. Designers offer numerous concepts and exploration of new materials and techniques to provide something new in the world of fashion. Among a number of textile techniques is modular interlocking technique. The modular interlocking is a lock technique that combines components or modules so that they can be easily exchanged or replaced to make larger structures and a solid unity. Another advantage of this technique is that it can produce textures in its manufacture, shape and color composition to produce beautiful visuals. This uniqueness gives it  high value and potential to be embellishment. In this research modular interlocking technique will be developed by using module from formula which was used by Eunsuk Hur and developed into embellishment. Exploration will include material aspects, shape and color compositions to produce attractive visuals that are suitable to be applied as embellishments in ready-to-wear-deluxe clothing.

Keywords: Modular, Interlocking, Embellishment, Ready-to-wear-deluxe, Surface Textile

________________________________________________________________

 

Fashion di Indonesia sedang mengalami banyak kemajuan, ditandai dengan banyaknya eksplorasi material maupun teknik baru yang lebih variatif oleh para desainer sehingga memberikan sesuatu baru dalam dunia fashion itu sendiri. Dari sejumlah teknik tekstil yang berkembang dalam perkembangan di dunia fashion, ada salah satu teknik tekstil yaitu teknik interlocking modular. Interlocking modular adalah teknik kuncian yang menggabungkan komponen atau modul sehingga dapat dengan mudah ditukar atau digantikan untuk menghasilkan struktur yang lebih besar dan menjadi satu kesatuan yang kokoh. Keunggulan lain dalam teknik interlocking modular ini adalah dapat menghasilkan tekstur dalam pembuatannya, menghasilkan komposisi bentuk dan komposisi warna sehingga menghasilkan visual yang indah. Keunikan tersebut menjadikan teknik interlocking modular ini bernilai tinggi dan memiliki potensi dijadikan embellishment. Dalam penelitian kali ini peneliti akan mengembangkan teknik interlocking modular dengan menggunakan modul dari rumusan yang sudah digunakan oleh Eunsuk Hur dan dikembangkan menjadi embellishment. Eksplorasi akan meliputi aspek material, komposisi bentuk dan komposisi warna untuk menghasilkan visual yang menarik sehingga cocok diaplikasikan sebagai embellishment pada busana ready-to-wear-deluxe.

Kata Kunci: Modular, Interlocking, Embellishment, Ready-to-wear-deluxe, Rekalatar tekstil


References


Baugh, Gail. (2011). The Fashion Designer’s Textile Directory. New York: A Quarto Book.

Bunka. (2009). Fundamentals of Garments Design. Tokyo: Bunka Shuppankyoku.

Calderin, Jay. (2013). Fashion Design, Referenced. Beverly:Rockport Publishers.

Ernawati, dkk. (2008). Tata Busana Indonesia. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Femina Group (2017). JFW Designers. Retrieved from Jakarta Fashion Week Official Website: http://www.jakartafashionweek.co.id/

Hur, Eun Suk. (2011). Transformative Modular Textile. School of Design, University of Leeds.

Kadolph, Sara. (2016). Textiles. Boston: Pearson Education, inc.

Said, Abdul Azis. (2006). Dasar Desain Dwimatra. Makasar: Universitas Negeri Makasar.

Saputra, I Made. (2010). Prinsip Seni Rupa. Denpasar: ISI.

Udale, Jenny. (2008). Textiles and Fashion. Singapore: Ava Bok Produkction

Zelanski, Paul. (2010). Color. New Jersey: Pearson.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.