PERUBAHAN EKSISTENSI RUMAH TRADISIONAL DI KAMPUNG KEPUTIHAN, KABUPATEN CIREBON
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Rumah tradisional hadir dari daya, cipta, karsa manusia dalam menyikapi lingkungan tempat mereka berada. Kelebihan dari rumah tradisional ini umumnya dibangun sebagai tempat berteduh dengan menyesuaikan diri berdasarkan pada kebutuhan, iklim, letak geogradis, ketersediaan bahan yang ada di lingkungannya, ramah lingkungan, menyesuaikan dengan kondisi lahan (Khamdevi, 2023, p. 492). Di beberapa kampung adat masih menjaga kondisi rumah-rumahnya dengan aturan dan adat istiadat yang berlaku. Umumnya bentuk rumah tersebut terjaga karena pola pembangunan yang dilakukan secara turun temurun dengan aturan, kebiasaan, tata cara serta teknik dan ketentuan yang bersifat adat istiadat. Namun ada juga yang bergeser eksistensi keberadaan rumah tradisional dari bentuk-bentuk baku dengan dilatar belakangi banyak hal. Beberapa kampung menyisakan satu bentuk yang dijaga keasliannya dan menjadi rumah utama dari kampung bahkan dijadikan cagar budaya oleh pemerintah, sebut saja seperti rumah di Cikondang, Kampung Pulo dan mungkin di beberapa daerah lainnya. Namun ada juga kampung adat yang beranjak memudar seiring dengan hilangnya kebiasaan adat istidat di daerah tersebut.