KRISIS REGENERASI SENIMAN MUDA (STUDI KASUS DI DESA CIRAWAMEKAR, KABUPATEN BANDUNG BARAT)
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Tantangan pelestarian budaya tradisional di Desa Cirawamekar,
Kabupaten Bandung barat, dengan fokus pada pengaruh Generasi Z
terhadap kesenian tradisional. Budaya, yang meliputi aspek-aspek
seperti agama, bahasa, seni, dan teknologi, sering dibagi menjadi
budaya tradisional dan populer. Budaya tradisional yang penting
bagi identitas bangsa Indonesia kini terancam oleh pergeseran
minat generasi muda terhadap budaya populer. Generasi Z yang
merupakan kelompok dominan di Indonesia lebih menyukai budaya
populer, termasuk dalam hal pakaian, makanan, dan bersosialisasi.
Penelitian ini menggunakan metode campuran untuk mengumpulkan
dan menganalisis data kuantitatif dan kualitatif, termasuk observasi,
wawancara, dan tinjauan pustaka, untuk menilai efektivitas strategi
pelestarian budaya di Kabupaten Bandung barat dan desa Cirawamekar.
Temuan menunjukkan bahwa pengetahuan dan keterampilan
generasi muda terhadap seni tradisional masih minim, dengan hanya
sedikit pemuda yang aktif terlibat dalam paguron pencak silat dan
hampir tidak ada sanggar seni. Sosialisasi seni tradisional di sekolah
juga belum optimal, dan banyak pemuda yang lebih tertarik dengan
budaya barat. Studi ini menyimpulkan bahwa inkulturasi dan strategi
sosialisasi yang lebih efektif diperlukan untuk mempertahankan seni
tradisional. Kesadaran akan nilai-nilai budaya dan pendidikan formal
yang relevan juga perlu ditingkatkan untuk melestarikan budaya lokal.