“GEUTIH SAKEUCLAK-BUUK SALAMBAR, MOAL REK DIBIKEUN” TEATRIKALITAS PENCAK SILAT PADEPOKAN SILAT PUSAKA PUTRA GUMELAR GADOBANGKONG
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Padepokan Silat Pusaka Putra Gumelar didirikan pada 1970 oleh
Muhamad Muchtar Supriadi (70) atau sering disapa Pak Dede. Selaku
pimpinan, Pak Dede hingga sekarang masih aktif berkiprah melestarikan
Pencak Silat yang diwariskan oleh para leluhurnya. Padepokan ini
merupakan cabang dari Pusaka Putra Gumelar di Garut yang tergabung
dalam PPSI. Hal menarik dari padepokan ini adalah ungkapan “Geutih
Sakeuclak, Buuk Salambar Moal Rek Dibikeun”. (Darah setetes, Rambut
selembar tidak akan diberi) merupkan ungkapan bermakna metafor
sekaligus teatrikal dalam makalangan (adu kekuatan-tanding) di arena
perlombaan Pencak Silat. Padepokan ini aktif mengikuti Pasanggiri
Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI), khususnya di Kabupaten
Barat. Secara regular, setiap tahunnya padepokan ini sering tampil
pada acara milad (ulang tahun) desa Gadobangkong.