KONSEP REPETISI DAN METRUM DALAM PENCIPTAAN KARYA TARI “BERMAIN DENGAN WAKTU”
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Karya tari “Bermain dengan Waktu” merupakan manifestasi eksploratif yang bersumber dari nilai-nilai dan gerak dasar Pencak Silat, diolah melalui pendekatan garap kontemporer. Pemilihan pola garap ini dimaksudkan untuk memberikan ruang kebebasan ekspresi dalam proses penciptaan, sehingga memungkinkan munculnya inovasi artistik yang tetap berakar pada tradisi. Proses kreatif tersebut tidak dapat dilepaskan dari latar belakang personal pencipta sebagai pelaku sekaligus penikmat Pencak Silat, serta konsentrasi keilmuan dalam ranah tari kontemporer berbasis tradisi. Dalam konteks ini, Gibbons (2007:147) mengemukakan bahwa seni kontemporer, dengan karakteristiknya yang terbuka dan beragam, telah menjadi medium penting dalam mengartikulasikan memori budaya. Ia menekankan bahwa “meskipun seni kontemporer dengan keterbukaan dan keberagaman telah terbukti menjadi kepentingannya memori dalam budaya kontemporer. Memori dalam seni kontemporer selalu muncul dan bahkan jauh lebih banyak”. Selanjutnya, Gibbons (2007:148) juga menyatakan bahwa “ingatan pada dasarnya adalah sebuah fenomena yang tidak stabil dan bervariasi, namun demikian telah ditangkap, direpresentasikan, diuji, dan diperebutkan dalam berbagai cara dalam seni kontemporer”. Pernyataan ini menunjukkan bahwa karya seni, termasuk tari kontemporer berbasis tradisi, dapat menjadi ruang artikulasi bagi narasi ingatan kolektif dan identitas budaya yang senantiasa mengalami negosiasi makna.