PELATIHAN DESAIN TEKSTIL PADA BIMBINGAN TEKNIS WUB PENGEMBANGAN SERAT ALAM NANAS DI KABUPATEN SUBANG
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Serat alami dari limbah daun nanas dapat diolah untuk menjadi produk yang memiliki nilai jual. Hal tersebut dapat memberikan dampak yang baik bagi pemberdayaan dan perekonomian masyarakat (Putri, 2024: 1017). Beberapa masyarakat Indonesia telah bisa memanfaatkan serat alami dari daun nanas untuk menjadi barang guna misalnya Suku Mee dari Provinsi Papua Barat di wilayah Me Pago. Masyarakat Suku Mee mengolah serat alam dari daun nanas menjadi tas tradisional yang disebut noken (Wahyudi, Yogi, & Aristoe, 2022: 3). Indonesia memiliki banyak kekayaan tumbahan yang dapat menghasilkan serat alami. Industri pengolahan serat alam memiliki posisi yang strategi untuk dikembangkan sehingga dapat memberikan dampak yang baik bagi sosio-ekonomi masyarakat. Upaya pemberdayaan melalui ekonomi kerakyatan sangat mendukung program pemerintah dalam penigkatan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut didukung fakta bahwa sebagian besar Perkebunan nanas merupakan lahan miliki rakyat. Industri serat alam Indonesia memiliki potensi sebagai bahan baku yang sangat melimpah sehingga melalui strategi pengembangan yang tepat dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat (Subagyo, 2012: 23-28).