INTEGRASI DESAIN ECO-ACOUSTIC PADA RUANG KELAS: STUDI KASUS RUANG KELAS DI FSRD ISBI BANDUNG
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Polusi suara atau kebisingan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan fisik maupun mental mahasiswa selama perkuliahan. The World Health Organization (WHO) memaparkan bahwa tingkat kebisingan selama kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tidak boleh melebihi 35 desibel dan untuk kegiatan belajar mengajar di ruangan terbuka tingkat kebisingan tidak boleh lebih dari 55 desibel. Tingkat kebisingan yang melebihi batas normal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif dengan menurunnya kemampuan belajar mahasiswa di dalam kelas (Basheer, 2022). Ruang kelas merupakan area penting yang mencangkup berbagai aspek psikologis, budaya, sosial dan fisik dimana peserta belajar dan tenaga pengajar menggunakan sebagian besar waktunya untuk berbagai kegiatan seperti berdiskusi, membaca, menulis hingga berlatih maka untuk menunjang hal tersebut ruang kelas harus dirancang agar dapat meningkatkan konsentrasi dan kenyamanan dengan memperhatikan aspek desain interior yang juga melibatkan tenaga pendidik, manajer fasilitas dan pemangku kepentingan untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kelas yang lebih efektif dan bermanfaat (Obeidat, 2012).