INTEGRASI DIGITALISASI DESAIN ORNAMEN DALAM PRODUK FASHION SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN DESAIN BUDAYA BERKELANJUTAN
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Digitalisasi desain motif pada produk aksesori fashion menjadi salah satu inovasi yang tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga berperan dalam pelestarian budaya dan keberlanjutan seni. Dengan memanfaatkan teknologi digital, desainer dapat menciptakan motif yang kompleks dan beragam, serta mempermudah proses reproduksi dan distribusi desain tersebut (Albahi, 2024).
Industri fashion merupakan salah satu sektor kreatif yang terus berkembang dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Namun, di balik pertumbuhannya, industri ini juga menghadapi tantangan terkait keberlanjutan, terutama dalam hal limbah produksi dan pelestarian budaya lokal. Digitalisasi desain motif pada produk aksesori fashion muncul sebagai solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi tetapi juga mendukung strategi seni berkelanjutan. Melalui digitalisasi, desainer memiliki peluang untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam desain modern, sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya estetis, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini memungkinkan terwujudnya inovasi desain yang kontekstual dan bertanggung jawab secara sosial serta ekologis (Wulandari, 2021). Dengan mengadopsi teknologi digital dalam proses perancangan, nilai-nilai kearifan lokal dapat dikemas ulang dalam bentuk visual yang adaptif terhadap tren global, namun tetap mempertahankan identitas budaya (Sari M. N., 2020).