INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM BUSANA TRADISIONAL NUSANTARA KE DALAM DESAIN BERKELANJUTAN KONTEMPORER
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Tidak dapat dipungkiri, bahwa industri mode dunia saat ini tengah menghadapi tantangan besar terkait keberlanjutan lingkungan dan sosial. Industtri mode global saat ini dihadapkan pada tekanan yang semakin besar untuk bertransformasi menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Bukti kongkrit hal ini adalah munculnya gerakan sustainable fashion sebagai respons terhadap dampak lingkungan yang signifikan dari produksi tekstil dan pakaian, termasuk penggunaan sumber daya alam yang berlebihan, polusi kimia, dan limbah tekstil yang terus meningka (Niinimäki et al., 2020). Gerakan ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mencakup dimensi sosial dan ekonomi, menekankan pada produksi yang etis, kondisi kerja yang layak, dan konsumsi yang bertanggung jawab (Fletcher, 2019).