AKULTURASI BUDAYA LOKAL KESENIAN GAMBANG KROMONG JALI PUTRA PADA MASYARAKAT BETAWI
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Jakarta Sebagai Ibu kota Negara Indonesia yang penduduknya beraneka ragam, mereka berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Namun begitu banyaknya masyarakat yang datang ke Jakarta sebagai perantau, ada juga masyarakat pribumi yang disebut sebagai Masyarakat Betawi. Masyarakat Betawi yang ada di Jakarta memiliki peran yang sangat penting dalam proses pengembangan kebudayaannya, di mana kebudyaaan tersebut sebagai identitas bagi masyarakat Betawi.
Kehidupan masyarakat Betawi, tidak lepas dari budaya lokal yang hidup dan berkembang sesuai kehiduapan masyarakatnya. Masyarakat lokal hidup saling berkomunikasi dan beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Budaya Lokal yang dikembangkan oleh masyarakat Betawi yang ada di Jakarta menjadi ciri khas bagi masyarakatnya. Percampuran dua budaya dalam masyarakat Betawi menjadi satu fenomena yang terjadi secara alami, karena masyarakatnya hidup berdampingan satu dengan yang lainnya. Salah satu etnis yang hidup berdampingan adalah masyarakat Tionghoa yang tersebar ke beberapa wilayah yang ada di Jakarta.
Masyarakat Betawi yang bertempat tinggal di Jakarta, mengembangkan dan melestarikan kebudyaan lokal, sehingga masyarakat lainnya yang hidup dan tinggal pada masyarakat Betawi turut serta dalam proses pengembangnnya. Kebudyaan lokal yang dikembangkan dalam masyarakat Betawi adalah kesenian Gambang Kromong. Secara etimologi gambang kromong berasal dari dua alat music yaitu Gambang dan Kromong.