INOVASI SENI WAYANG TAVIP SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MUHADROROH
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Pesantren di Indonesia dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis yaitu pesantren tradisional (salaf), pesantren modern (khalaf), dan pesantren terpadu (Hasbi Indra dkk, 2020). Pendidikan pesantren merupakan salah satu pilar sistem pendidikan nasional untuk mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu (Hasbi Indra dkk, 2020). Pesantren merupakan lembaga terbuka, inklusif dan mampu mengakomodasi modernitas. Penelitian tentang metode pembelajaran di pesantren dilakukan oleh Abdul Rohman dan Siti Muhtamiroh (2022) dengan nara sumber kyai, ustadz dan santri.
Pondok Pesantren Fathul Huda terletak di Kampung Bojongkaso Desa Cihanyir Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Desa Cihanyir memiliki luas 440Ha dengan batas wilayah; Batas Utara Desa Mandalasari, Batas Timur Desa Mekarlaksana, Batas Selatan Desa Cikancung dan Batas Barat Desa Ciluduk. Desa ini memiliki potensi hasil pertanian dan potensi industri rumahan. Permasalahan utama Desa Cihanyir yang dapat disesuaikan dengan Program Diseminasi Inovasi seni ini adalah pendidikan seni budaya untuk mendukung program Wajardiknas 9 Tahun di Wilayah Kecamatan Cikancung
Tiga bidang utama yang dioptimalkan yaitu mata pelajaran, manajemen dan sarana prasana. Penelitian tentang pesantren di Indonesia yang menjadi tempat ramah anak (Evi Muafiah dkk, 2022). Penyelenggaran pendidikan di pesantren yaitu pendidikan intelektual, keterampilan dan karakter. Ketiga dimensi tersebut diterapkan dalam pembelajaran di kelas dengan menggunakan berbagai model, pendekatan dan strategi pembelajaran (Dewi Sadiah, 2022).