KREATIVITAS WAYANG TAVIP 3D DALAM PROSES PEMBUATAN WAYANG MENGGUNAKAN BAHAN LIMBAH BOTOL PLASTIK DAN KAIN PERCA SEBAGAI BENTUK PERTUNJUKAN SENI BERDAKWAH DI PONPES FATHUL HUDA BOJONGKASO

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

M. Tavip

Abstract

Pelatihan Pembuatan Wayang Tavip 3D Bahan Limbah
Botol Plastik dan Kain Perca di Pondok Pesantren Fathul Huda
Bojongkaso Kabupaten Bandung, merupakan bagian dari
program: Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat (LPPM) DIPA ISBI Bandung tahun 2025. Kegiatan
ini juga merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan
Tinggi yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata
kepada masyarakat, khususnya dalam peningkatan kapasitas
kompentensi, ketrampilan guru serta anak didik dalam
pengayaan alat peraga wayang tavip 3D untuk pertunjukan seni
berdakwah.
Wayang sebagai media dakwah dikenal sejak dulu ketika
para wali songo menyebarkan agama islam di Pulau Jawa. Kata
dakwah pada umumnya selalu identik dengan kegiatan
keislaman, khutbah, ceramah, tablik akbar dan yang lainnya.
Sedangkan kata dakwah berasal dari bahasa Arab yaitu da’aa –
yad’u – da’watan yang artinya mengajak atau menyeru. Dengan
demikian arti “dakwah” tidak selalu berkaitan dengan kegiatan
keagamaan. “Mengajak atau menyeru” dapat diaplikasikan
dalam dialog antar personal atau kelompok. Sumber mengajak
atau menyeru bisa dari legenda, mitos, atau kisah-kisah dalam
ajaran agama. yang punya nilai edukasi tentang kebaikan.
Dakwah pada dasarnya bisa dilakukan dengan lisan, tulisan,
bahkan mungkin dengan mempergunakan perbuatan. Menurut
saifudin azhari, dakwah adalah segala aktivitas yang mengubah
suatu situasi lain yang lebih baik menurut ajaran islam.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##