DESAIN MOTIF BATIK IKONIK SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS VISUAL DALAM KONTEKS BRANDING ISBI BANDUNG
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Fenomena persaingan yang semakin intensif dalam sektor
pendidikan tinggi telah menggeser posisi pengembangan citra
atau merek institusional dari sekadar opsi strategis menjadi
suatu imperatif esensial untuk mencapai keunggulan kompetitif
dan memastikan keberlanjutan jangka panjang. Dalam lanskap
global yang kian kompetitif, branding institusional tidak lagi
dapat dipandang sebagai aktivitas tambahan, melainkan sebagai
komponen integral dari strategi manajerial, akademik, dan
kultural sebuah perguruan tinggi.
Prinsip ini menjadi semakin relevan bagi institusi
pendidikan tinggi yang berfokus pada bidang seni dan budaya,
seperti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, yang
menghadapi tantangan ganda: pertama, mempertahankan dan
meningkatkan kualitas akademik; kedua, mengartikulasikan
secara konsisten identitas, filosofi, serta kontribusi khas yang
membedakan institusi ini dalam khazanah pendidikan tinggi
dan kebudayaan nasional. Tantangan tersebut menuntut sebuah
strategi identitas visual yang tidak hanya berperan sebagai
elemen representatif, melainkan juga sebagai medium
komunikasi simbolik yang mampu membangun citra
institusional yang otentik, kredibel, dan berdaya saing.