BENTUK INOVASI PEDAGOGIK GURU PAUD MELALUI PEMBELAJARAN SENI TARI

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Otin Martini
Sheila Kurnia Putri

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi
penting dalam pembentukan karakter, nilai, dan kemampuan
dasar manusia. Pada tahap ini, anak berada dalam masa
keemasan (golden age) di mana perkembangan kognitif,
emosional, sosial, dan fisik berlangsung sangat pesat. Oleh
karena itu, pembelajaran di tingkat PAUD tidak hanya
berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi lebih
menekankan pada pembentukan pengalaman belajar yang
menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan
perkembangan anak. Dalam konteks inilah, peran guru menjadi
sangat krusial, bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi
sebagai fasilitator pertumbuhan dan penggerak kreativitas anak.
Namun, realitas pendidikan PAUD di Indonesia masih
menghadapi sejumlah tantangan. Banyak lembaga pendidikan
yang masih berorientasi pada capaian kognitif semata,
sementara aspek afektif dan psikomotorik kurang mendapat
porsi yang memadai. Akibatnya, proses belajar menjadi kaku,
seragam, dan kurang memberi ruang bagi eksplorasi diri anak.
Guru sering kali terjebak dalam rutinitas administratif,
sementara dimensi artistik dan kreatif dalam pembelajaran
belum sepenuhnya dioptimalkan. Kondisi ini diperparah oleh
terbatasnya pelatihan yang berfokus pada inovasi pedagogik,
terutama dalam konteks pendidikan seni anak usia dini
(Bredekamp, 2019).

##plugins.themes.academic_pro.article.details##