APLIKASI MODEL EMPOWER-ICE DALAM PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DI KOMUNITAS KREATIF LAKSMININGRAT KABUPATEN GARUT MELALUI PELATIHAN POLA DAN MENJAHIT
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstract
Pemberdayaan perempuan kini dianggap sebagai aspek
krusial dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Kabeer (2021), hakikat pemberdayaan tidak cukup
hanya dengan meningkatkan partisipasi perempuan, melainkan
memerlukan rencana yang sistematis untuk mencapai
kesetaraan gender dalam ranah keluarga dan masyarakat.
Pemberdayaan memungkinkan perempuan untuk
mengoptimalkan potensi yang dimiliki, memperoleh otonomi,
serta meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan yang
berdampak pada kehidupan mereka (UN Women, 2020). Dalam
perspektif ekonomi, wanita yang memiliki akses kepada sumber
daya dan pelatihan yang sesuai tidak hanya dapat
meningkatkan pendapatan rumah tangga, tetapi juga berperan
sebagai penggerak dalam upaya pengentasan kemiskinan dan
peningkatan kesejahteraan komunitas secara keseluruhan
(Mariyanti & Fitranita, 2021).
Dalam konteks Indonesia, dimana partisipasi tenaga kerja
perempuan terus bertumbuh, tantangan utama adalah
menjembatani kesenjangan modal, keterampilan teknis, dan
akses pasar bagi perempuan di tingkat akar rumput. Khususnya
ibu rumah tangga, meskipun memiliki potensi besar dan waktu
luang, mereka sering terkendala oleh rendahnya akses terhadap
pelatihan menjahit dan pembuatan pola pakaian berkualitas
yang mampu bersaing di pasar.