TRADISI WIRID KARINDING DALAM PERSPEKTIF FUNGSI DAN MAKNA DI DAERAH CICALENGKA KABUPATEN BANDUNG

Authors

  • Renetha Renetha Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Indonesia
  • Cahya Cahya
  • Iip Sarip Hidayana

DOI:

https://doi.org/10.26742/jbe.v9i2.2272

Keywords:

Antropologi Budaya

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas persoalan Tradisi Wirid Karinding sebagai bentuk seni pertunjukan yang dikaji dengan perspektif antropologi budaya berbasis seni. Adapun fokus pengkajiannya mengarah kepada aspek fungsi dan makna yang terkandung dalam bentuk penyajian Tradisi Wirid Karinding. Untuk mengungkap persoalan fungsi dan makna tersebut, penulis menggunakan teori Struktural Fungsional dari Radcliffe Brown sebagai pisau bedah penganalisisan substansi permasalahan pokok. Adapun metode penelitianya menggunakan metode deskriptif Analisis dalam bentuk model penelitian Kualitatif. Dalam upaya menjelaskan dan membahas isu-isu penting terkait dengan pokok permasalahan, maka penulis mendeskripsikan secara sistematis dimulai dari Bab I Pendahuluan hingga Bab V Kesimpulan. Dengan demikian laporan hasil penelitian dalam bentuk Skripsi ini dapat memberikan penjelasan dan penganalisisan secara terperinci sesuai dengan sistematika penulisan.

Kata Kunci: Wirid Karinding, Fungsi, Makna dan Tradisi

Abstract: This study discusses the issue of the Wirid Karinding Tradition as a form of performing arts that is studied from the perspective of art-based cultural anthropology. The focus of the study is on aspects of function and meaning contained in the form of presenting the Wirid Karinding Tradition. To reveal the problem of function and meaning, the author uses the Structural Functional theory from Radcliffe Brown as a scalpel to analyze the substance of the main problem. The research method uses descriptive analysis method in the form of a qualitative research model. In an effort to explain and discuss important issues related to the subject matter, the authors describe systematically starting from Chapter I Introduction to Chapter V Conclusion. Thus the research report in the form of this thesis can provide a detailed explanation and analysis in accordance with the systematics of writing.

Keywords: Wirid Karinding, Function, Meaning and Tradition

References

Daryana, Agung, Hinhin. (2016). “Popularitas Karinding pada masyarakat Bandung”. Institut Seni Budaya Indonesia Bandung.

Herlina, Wati Lina (2009). “Fungsi Karinding bagi Masyarakat Cikalongkulon Kabupaten Cianjur”. Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung Vol. 1, No. 1, Maret 2009: 96 – 110.

Kimung. (2016). “Filosofi karinding Sunda”.Universitas Parahyangan.

Malarsih (2004). “Aplikasi Teori Struktural Fungsional Radcliffe-brown Dan Talcot Parsons Pada Penyajian Tari Gambyongan Tayub Di Blora Jawa Tengah”. Harmonia Jurnal Pengetahuan dan Pemikiran Seni Vol V no. 1 Januari-April 2004.

Masduki, Aam (2010). “Upacara Perkawinan Adat Sunda di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung”. Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung Vol. 2, No. 3, September 2010: 377 – 393.

Setyobudi, Imam. (2014). Culture Encounters Collage: Art, Performing Art, Dance. Spirit of the future: Art for humanizing (Seminar Nasional Festival Kesenian Indonesia ke-8 di ISI Yogyakarta). Yogyakarta: ISI Yogya Press.

Setyobudi, Imam. (2020). Metode Penelitian Budaya (Desain Penelitian & Tiga Varian Kualitatif: Life History, Narrative Personal, Grounded Research). Bandung: Sunan Ambu.

Susanti, Santi, Rachmaniar (2021). “Pengalaman Berkomunikasi Musisi Etnik dalam Melestarikan Budaya Sunda melalui Instrumen Karinding”. Universitas Padjajaran. Jurnal Komunikasi dan Teknologi Informasi Vol. 13, No. 2, September 2021.

Wahyono, Edi. (2006). “Penerapan Teori Fungsi untuk Menganalisa Kehidupan Masyarakat”. Jurnal ilmu dan seni-STSI Surakarta (Vol.4 no 2).

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Renetha, R., Cahya, C., & Hidayana, I. S. (2025). TRADISI WIRID KARINDING DALAM PERSPEKTIF FUNGSI DAN MAKNA DI DAERAH CICALENGKA KABUPATEN BANDUNG. Jurnal Budaya Etnika, 9(2), 203–224. https://doi.org/10.26742/jbe.v9i2.2272

Citation Check