SIMBOL DAN MAKNA TRADISI RITUAL ZIARAH KE PETILASAN GEGER HANJUANG DI KAMPUNG CIHANJUANG DESA MANDALASARI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Authors

  • Dila Eka Putri Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26742/jbe.v9i2.2273

Keywords:

Ziarah, Petilasan, Sesajen

Abstract

Abstrak: Budaya spiritual yang masih dipraktikkan oleh sebagian masyarakat Indonesia salah satunya adalah tradisi ziarah. Tradisi ziarah petilasan Geger Hanjuang, pada praktiknya memerlukan sesajian dalam prosesinya. Hal inilah yang membuat ritual ziarah petilasan geger Hanjuang sarat akan simbol dan makna. Sehingga dalam mengetahui simbol dan makna yang ada penulis menggunakan teori Interpretivisme simbolik Clifford Geertz unutuk mengkaji hasil data. Penelitian ini juga menggunakan metode observasi partisipan dan wawancara dalam mengumpulkan data penelitian. Observasi dilakukan di wilayah petilasan Geger Hanjuang Kampung Cihanjuang Desa Mandalasari. Adapun proses pengumpulan data melalui wawancara ke beberapa informan penting seperti kuncen; sesepuh kampung; dan pelaku ziarah. hasil penelitian ini akan menjelasakan 1) Bentuk dan prosesi ziarah di petilasan Geger Hanjuang; 2) Simbol dan makna yang terkandung dalam rangkaian prosesi ziarah di petilasan Geger Hanjuang.

Kata kunci: Ziarah, Petilasan, Sesajen.

Abstract: One of the spiritual cultures that are still practiced by some Indonesians is the pilgrimage tradition. Geger Hanjuang's pilgrimage tradition, in practice, requires offerings in the procession. This is what makes the pilgrimage ritual of the ‘Petilasan Geger Hanjuang’ full of symbols and meanings. So that in knowing the symbols and meanings that exist, the author uses the theory of symbolic interpretation of Clifford Geertz to examine the results of the data. This study also uses participant observation and interviews in collecting research data. Observations were made in the Petilasan Geger Hanjuang, Kampung Cihanjuang, Desa Mandalasar. The process of collecting data through interviews with several important informants such as kuncen; village elders; and pilgrims. the results of this study will explain 1) the form and procession of the pilgrimage at the Geger Hanjuang shrine; 2) The symbols and meanings contained in the series of pilgrimage processions at the Geger Hanjuang shrine.

Keywords: Pilgrimage, Petilasan, Offerings

Author Biography

Dila Eka Putri, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung

Antropologi Budaya

References

Ariyono dan Aminuddin Sinegar. (1985). Kamus Antropologi. Jakarta:

Akademika Pressindo. Arti Geger. Diakses pada 16 Agustus 2022: https://glosarium.org/arti-geger/

Batjuk, A. (1994). Pelaksanaan Jenazah dalam Teori dan Praktek Menurut Hadits & Adat. Riau: Husada Grafika Press.

Bustami, Wandi. (2020). Ngalap Berkah Amalan Para Ulama, Tabaruk/Mencari Berkah Dalam Pandangan Islam. Pekanbaru: Tafaqquh Media.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1989). Kamus Besar Bahasa Indonesia . Jakarta: Balai Pustaka.

Dillistone, F.W. (2002). The Power of Simbols. Yogyakarta: Kanisius.

Endraswara. (2006). Metode, Teori, Teknik, Penelitian Kebudayaan: Ideologi, Epistemologi dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

__________ . (2003). Musik Kejawen: Sinkretisme, Simbolisme, dan Sufisme

dalam Budaya Spiritual Jawa. Yogyakarta: Narasi.

Funk dan Wagnalls. (1984). Standard Desk Dictionary. Cambridge: Harper and Row.

Harsono. (2008). Konsep Dasar Mikro, Meso, dan Makro Pembiayaan Pendidikan.Yogyakarta: Surayajaya Press.

Hasan, M. (2002). Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Moleong, L.J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Morgan, G. (1989). Teori Organisasi Kreatif: Sebuah Buku Referensi. Wyoming: SAGE.

Munawir, A.W. (2002). Al-Munawir Arab-Indonesia. Surabaya: Pustaka Progresif.

Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Peursen, Van. (1976). Strategi Kebudayaan. Jakarta: Kanisus.

Poerwadarminta, W.J.S. (1985). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Raho, Bernard. (2007). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prestasi Pusaka.

Rendra. (1983). Mempertimbangkan Tradisi. Jakarta: PT Gramedia.

Sanjaya, W. (2013). Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode, dan Prosedur. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Setiadi, E., Hakam, K., dan Effendi, R. (2013). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Edisi Ketiga. Bandung: PT Fajar Interpratama Mandiri.

Setyobudi, Imam. (2011). Spiritual Islam Sunda dalam Tradisi Hajat Solokan. IBDA Jurnal Kajian Islam dan Budaya 9 (1) hal. 98-112. Purwokerto: UIN Saizu.

Setyobudi, Imam. (2020). Metode Penelitian Budaya (Desain Penelitian & Tiga Varian Kualitatif: Life History, Narrative Personal, Grounded Research). Bandung: Sunan Ambu.

Shadily, Hassan. (1992). Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunyoto, A. (2011). Wali Songo Rekontruksi Sejarah Yang Disingkirkan.

Tangerang: Transpustaka.

Syam, N. (2005). Islam pesisir. Yogyakarta: Lkis.

Sztompka, P. (2007). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Pernada Media Grup.

Ulber, Silalahi. (2009). Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Ashadi, dkk. (2018). Kegiatan Ritual Ziarah Makam Habib Husein Alaydrus Dan Pengaruhnya Terhadap Penggunaan Ruang Publik Di Kampung Luar Batang. Jakarta: Universitas Muhamaddiyah Jakarta.

Fauziah, H. (2020). Pandangan Peziarah Terhadap Ritual Ziarah Ke Makam Patilasan DipatiukurDi Cisanti Dusun Goha Kidul Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung. Bandung: Institut Seni Budaya Indonesia Bandung.

Irmasari, M. (2013). Ritual Ziarah ke kuburan keramat Angku Jungjung Sirih. Padang: Universitas Negeri Padang. Vol 1, No 01.

Mustaqim, M. (2011). Tradisi Ziarah Makam AerMata Batu Eboe di Buduran Bangkalan. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Novitasari, R. (2015). Ritual Ziarah Makam Pangeran Samudro Di Gunung Kemukus Desa Pendem Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Djuhan, M,W. (2011). Ritual Di Makam Ki Ageng Besari Tegalsari Jetis Ponorogo. Ponorogo: STAIN Ponorogo.

Nasyrudin, M. (2013). Fenomena barakah: studi kontruksi masyarakat dalam memaknai ziarah di makam KH. Abdurrahman Wahid Tebuireng Jombang Jawa Timur, Perspektif Fenomelogis. Surabaya: UIN Sunan Ampel.

Makna dan simbol dalam kebudayaan Indonesia. Diakses pada 13 Maret 2021: https://media.neliti.com/media/publications/98401-ID-makna-simbol-dalam-kebudayaan-manusia.pdf Ziarah. Diakses pada 4 April 2021: https://repository.uinjkt.ac.id

Downloads

Published

2025-12-22

How to Cite

Putri, D. E. (2025). SIMBOL DAN MAKNA TRADISI RITUAL ZIARAH KE PETILASAN GEGER HANJUANG DI KAMPUNG CIHANJUANG DESA MANDALASARI KABUPATEN BANDUNG BARAT. Jurnal Budaya Etnika, 9(2), 190–202. https://doi.org/10.26742/jbe.v9i2.2273

Citation Check