TARI BADAYA WIRAHMASARI RANCAEKEK

Denna Siti Lenggani, Turyati Turyati

Abstract


ABSTRAK
Tari Badaya Wirahmasari Rancaekek merupakan tarian putri lungguh, diciptakan oleh R. Sambas Wirakusumah pada tahun 1925. Tarian ini menggambarkan para penari bangsawan yang sedang menari di pendopo atau di tempat para menak untuk menyambut tamu. Repertoar tari ini ditetapkan sebagai sumber garap penyajian tari, karena memiliki keunikan tersendiri yang membuka peluang untuk melakukan proses kreatif pe-ngembangan. Dengan demikian, maka untuk mewujudkan konsep tersebut digunakan teori gegubahan, serta menggunakan metode gubahan tari, yaitu berupa pengembangan dari sumber penyajian tradisi tertentu dengan cara memasukkan, menyisipkan, dan memadukan bentuk-bentuk gerak atau penambahan unsur lain, sehingga menghasilkan bentuk penyajiannya yang berbeda dengan tetap mempertahankan identitas sumbernya. Untuk dapat merealisasikan hal tersebut, penulis menggunakan beberapa tahap proses garap di antaranya; eksplorasi, evaluasi, dan komposisi. Hasil akhir yang di dapat yaitu mendapatkan kreativitas dengan memberikan variasi gerak, pengolahan pola lantai, arah hadap, permainan level, serta menggunakan iringan musik asli dengan tidak merubah struktur gerak dan esensi pada tarian sumbernya.


Kata Kunci: Penyajian Tari, Tari Badaya Wirahmasari, Gubahan Tari.


ABSTRACT
Dance Badaya Wirahmasari Rancaekek, June 2021. The Badaya Wirahmasari Rancaekek dance is a female lungguh dance, created by R. Sambas Wirakusumah in 1925. This dance depicts noble dancers who are dancing in the pavilion or at the menak's place to welcome guests. This dance repertoire is designated as a source for working on dance presentations, because it has its own uniqueness which opens up opportunities for the creative process of development. Thus, to realize the concept, the composition theory is used, and the dance composition method is used, namely in the form of developing from a particular tradition presentation source by inserting, inserting, and combining forms of motion or adding other elements, so as to produce a different form of presentation with retaining the identity of the source. To be able to realize this, the author uses several stages of the working process including; exploration, evaluation, and composition. The final results obtained are getting creativity by providing variations in motion, processing floor patterns, facing directions, level games, and using original musical accompaniment without changing the structure of motion and essence of the dance source.


Keywords: Dance Presentation, Badaya Wirahmasari Dance, Dance Gubahan.


Full Text:

PDF

References


Al Qibtiyah, Mariah. 2016 “Tari Badaya Rancaekek”, (Skripsi Penyajian Tari). Bandung: Institut Seni Budaya Indonesia Bandung.

Ardjo, Irawati Durban. 1998. Perkembangan Tari Sunda Melacak Jejak Tb. Oemay Martakusuma dan Rd. Tjetje Somantri. Bandung: Sastrataya Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia (MSPI).

Darmaprawira W. A, Sulasmi. 2002. Warna: Teori dan Kreativitas Penggunaannya edisi ke-2. Bandung: ITB.

Djelantik, A.AM. 1999. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: STSI Press.

Hadi, Y. Sumandiyo. 1996. Aspek-aspek Dasar Koreografi Kelompok. Yogyakarta: MANTHILI.

Hikmayanti, Mutiara Nur. 2017. “Tari Badaya Wirahmasari (Rancaekek)”, (Skripsi Penyajian Tari). Bandung: Institut Seni Budaya Indonesia Ban-dung.

Mulyani, Ai. 2007. Tari Badaya Rancaekek. Bandung: ISBI Bandung.

Murgiyanto, Sal. 2017. Kritik Pertunjukan dan Pengalaman Keindahan. Yogyakarta: UGM.

Nurmalia, Desriani. 2018. ”Tari Badaya Wirahmasari Rancaekek”, (Skripsi Penyajian tari). Bandung: Institut Seni Budaya Indonesia Bandung.

Rahmawati, Anita. 2019. “Tari Badaya Wirahmasari Rancaekek”, (Skripsi Penyajian Tari). Institut Seni Budaya Indonesia Bandung.

Rusliana, Iyus. 2012. Tari Wayang. Bandung: Jurusan Tari STSI Bandung.

Rusliana, Iyus. 2018. Tari Wayang. Bandung: Jurusan Tari ISBI Bandung.

Rustiyanti, Sri. 2012. Menggali Kompleksitas Gerak dan Merajut Ekspresivitas Koreografi. Bandung: Sunan Ambu Press.

Sedyawati, Edi. 1986. Pengetahuan Elementer Tari dan Beberapa Masalah Tari.Jakarta: Proyek Pengembangan Kesenian Jakarta.

Setiawati, Dwi. 2015. “Tari Badaya”, (Skripsi Penyajian Tari). Bandung: Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung.

Tarya, Moh. 1977. Pengantar Pengetahuan Tari Sunda. Bandung: ASTI Bandung.

Widaryanto, FX. 2009. Koreografi.




DOI: http://dx.doi.org/10.26742/mklng.v8i1.1624

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 MAKALANGAN



Lisensi Creative Commons

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


Jurnal Seni Makalangan
Program Studi Seni Tari
Fakultas Seni Pertunjukan
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Jl. Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40265
Phone: (022)7314982, Fax: (022) 7303021
E-mail: jurnal.makalangan@isbi.ac.id

 

p-ISSN: 2355-5033 | e-ISSN: 2714-8920


View My Stats