TARI JAIPONGAN LEUNGITEUN KARYA GONDO DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION

Penulis

  • Bella Norvasita Prodi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung
  • Lalan Ramlan Prodi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung
  • Risa Nuriawati Prodi Seni Tari, Fakultas Seni Pertunjukan, ISBI Bandung

Kata Kunci:

Gondo, Kreativitas, Tari Jaipongan Leungiteun, Struktur

Abstrak

Repertoar tari Jaipongan Leungiteun merupakan satu bentuk tarian yang diciptakan oleh Gondo, terinspirasi dari lingkungan alam sekitar yang bagi dirinya menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kerusakan lingkungan dan hasil dari apresiasinya terhadap tari tradisi serta modern. Oleh sebab itu, struktur tarinya memiliki kekhasannya tersendiri, yakni struktur koreografi; totogan, ngusik, tusuk bumi, siku stakato, etnik kreatif, struktur karawitan iringan tari; intro, dua wilet gancang, dua wilet lalamba (pencugan/ngalaga), irama merdeka (bebas wiletan), dua wilet gancang (pencugan tengah), keringan (interlude) dua wilet gancang (autro), dan busananya; kebaya hijau panjang, sinjang, celana beludru selutut, sabuk, bros, anting, kalung, dan gelang, hiasan kepala atau siger meliputi; bunga melati dan bunga mawar. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi penulis untuk melakukan kegiatan penelitian yang difokuskan pada permasalahan kreativitas Gondo dalam penciptaan tari Jaipongan Leungiteun. Untuk menjawab permasalahan ini, digunakan pendekatan konsep pemikiran 4P Rhodes dengan metode kualitatif yang dilengkapi dengan langkah-langkah meliputi: studi pustaka, observasi, wawancara, analisis data. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah keempat komponen; person, proses, press, product terjalin saling berkaitan (bersinergi) dalam mewujudkan sebuah bentuk karya tari Jaipongan yang oleh Gondo diberi judul “Leungiteun”. Gondo sebagai seorang kreator yang produktif dalam menjalankan aktivitasnya tetap memerlukan dorongan baik secara intrinsik maupun ekstrinsik, sehingga proses kreatifnya dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakannya. 

Referensi

Caturwati, Endang dan Lalan Ramlan, ed. 2007. Gugum Gumbira Dari Chacha ke Jaipongan. Bandung: Sunan Ambu Press.

Hadi, Sumandiyo Y. 2012. Koreografi. Bentuk teknik-isi. Yogyakarta: Cipta Media.

Hawkins,Alma. 2003. Mencipta lewatTari, (TerjemahanY. Sumandiyo Hadi). Yogya-karya: ISI Yogyakarta.

Hawkins, Alma. 2003. Bergerak Menurut Kata Hati. Jakarta.

Iswantara, Nur. 2017. Kreativitas: Sejarah, Teori, dan Perkembangannya. Yogyakarta: Gigih Pustaka Mandiri.

Murgianto, Sal. 2002. Kritik Tari: Bekal dan Kemampuan Dasar. Jakarta.

Munandar, Utami. 2014. Kreativitas dan Keber-bakatan Strategi Mewujudkan Potensi Kreatif dan Bakat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ramlan, Lalan. 2019. Metode Penelitian Tari. Bandung: Sunan Ambu Press.

Rusliana, Iyus. 2016. Tari wayang Bandung: Jurusan Tari ISBI Bandung.

Sugiarto, Eko. 2019. Kreativitas, Seni dan Pem-belajarannya.Yogyakarta: LKiS.

Diterbitkan

2025-06-30

Cara Mengutip

Bella Norvasita, Lalan Ramlan, & Risa Nuriawati. (2025). TARI JAIPONGAN LEUNGITEUN KARYA GONDO DI KLINIK TARI GONDO ART PRODUCTION. Jurnal Seni Makalangan, 12(1), 91–105. Diambil dari https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/makalangan/article/view/4270