Cover Image

“TAKANA” Gagasan Tradisi Dalam Kemasan Kekinian

Ronaldo Ruzali dan Alfiyanto

Abstract


ABSTRAK

Budaya merantau sangat melekat pada masyarakat Minangkabau dan telah berlangsung secara turun temurun. Merantau bukan berarti melupakan kampung halaman. Akan tetapi, salah satu ungkapan kecintaan terhadap keluarga dan kampung halaman. Kebiasaan merantau memberikan sebuah inspirasi untuk membuat sebuah karya tari dengan judul TAKANA, yang diambil dari bahasa Minangkabau yang memiliki arti “teringat”. Maksud teringat adalah, ketika seseorang merantau, bukan sekedar pencapaian seberapa sukses dan bahagiannya kehidupan, namun seberapa besar nilai hidup yang membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, dan ketika berhasil tidak melupakan jati diri (identitas) serta kampung halamannya.

Kata Kunci: Minangkabau, Merantau, Koregrafi, Takana.

 

 

ABSTRACT

The culture of migration is strongly attached to Minangkabau people that have been going on for generations. Migrating does not mean forgetting the hometown, but it is one expression of love to the family and hometown. This migratory habit provides an inspiration to create a dance work entitled TAKANA, which is taken from the Minangkabau language which means "remember". The meaning of “remember” here is when someone migrates, not only achieving how successful and happy life is, but also how much the value of life makes someone a better person, and when he is successful does not forget his identity and hometown.

Keywords: Minangkabau, Migration, Choreography, Takana.

Full Text:

PDF

References


Ati Kusmiyati. 2003. “Padyut”. Skripsi. Bandung: Jurusan Seni Tari. STSI. Bandung.

Damajanti, Irma. 2006. Psikologi Seni. Yogyakarta, Kiblat Utama Buku.

Donny Osmond. 2001. “Baliau”. Skripsi. Bandung: Jurusan Seni Tari. STSI, Bandung.

Hadi, Y. Sumandiyo. 1983. New Dance. Pendekatan Terhadap Koreografi. ASTI Yogyakarta.

Hadi, Y. Sumandiyo. 1983. Pengantar Kreatifitas Tari, ASTI Yogyakarta.

Humprey, Doris. 1983. Seni Menata Tari, Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta. Koreografi, Sunan Ambu STSI Press Bandung.

M. Hawkins, Alma. 2003. Bergerak Menurut Kata Hati, Jakarta, Foundation dan Masyrakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Marianto, M Dwi. 2017. Art And Life Force, Yogyakarta, Scritto Books Nonliteral, Yogyakarta, University Of Pittsbrugh Press. Publisher.

Mochtar dan Naim. 1979. Merantau: Pola Migrasi Suku Bangsa Minangkabau, Yogyakarta, Gajah Mada University Press.

Murgiyanto, Sal. 1983. Seni Menata Tari, Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta.

Nurhayani, Rina. 2008. “Lasminingrat”. Skripsi. Bandung: Jurusan Seni Tari. STSI Bandung.

Pandi Upandi. 1978. Tuntunan Arah Kreativitas Penciptaan Tari, Yogyakarta, Ikalasti Yogyakarta.

Resky Agustina. 2010. “Balik”. Skripsi. Bandung: Jurusan seni tari STSI. Bandung.

Rustiyanti, Sri. 2012. Kompleksitas Gerak & Merajut Ekspresivitas, Koreografi, Sunan Ambu STSI Press Bandung.

Smith, Jaqueline, 1985, Komposisi tari, (terj.Ben Suharto), Ikalasti, Jogyakarta.

Suharto, Ben. 1985. komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Guru, Yogyakarta, Ikalasti Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Ilmiah Seni Pertunjukan Tari
Makalangan
Program Studi Seni Tari
Fakultas Seni Pertunjukan
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung



P-ISSN : 2355-5033 (media cetak)