Transformasi Budaya Nilai Budi Pekerti Melalui Pancawira dalam Pelatihan Seni Pedalangan Wayang Golek untuk Pendidikan Karakter Siswa
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan seni pedalangan wayang golek sebagai
media pendidikan karakter dan penanaman budi pekerti luhur bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan
Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelatihan ini menggunakan pendekatan kearifan lokal melalui filosofi
Pancawira, yang mencakup lima kekuatan utama dalam pengembangan diri: Wiraga (kekuatan fisik dan
kreativitas), Wirasa (kehalusan budi dan etika), Wirahma (kemampuan beradaptasi terhadap zaman), Wirupa
(kekuatan berpikir dan bertindak), dan Wiwaha (kebijaksanaan dan spiritualitas). Penelitian dilakukan di tiga
lokasi representatif di Jawa Barat: Sanggar Wayang Ajen Kota Bekasi, Desa Wisata Kertawangi Kabupaten
Bandung Barat, dan Kabupaten Pandeglang Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif
dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pelatihan dalang mampu membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, kreatif, sopan, tangguh, dan religius.
Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, dan rasa hormat tumbuh secara alami melalui proses kreatif dan
reflektif dalam pelatihan. Program ini juga terbukti adaptif dengan dunia digital dan mampu menjembatani
warisan budaya dengan pembentukan manusia unggul. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap
model pendidikan karakter berbasis seni dan budaya lokal yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan.
Kata kunci: Pendidikan karakter, wayang golek, pelatihan dalang, Pancawira, budi pekerti luhur



