Kritik Estetika Film Dilan 1991 Karya Pidi Baiq: Pendekatan Fenomenologi, Semiotika, dan Produksi Budaya
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis film Dilan 1991 sebagai karya seni modern
menggunakan pendekatan estetika lintas teori yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Benny Yohanes Timmerman,
S.Sen., M.Hum., yang mencakup fenomenologi, semiotika seni, dan teori produksi budaya. Pendekatan ini
memungkinkan kajian mendalam terhadap representasi cinta, identitas, dan realitas sosial remaja dalam film,
baik dari sisi pengalaman eksistensial tokoh, makna simbolik visual, maupun posisi ideologisnya sebagai
produk budaya populer Indonesia. Melalui metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi Dilan
1991 tidak hanya sebagai narasi cinta remaja, tetapi juga sebagai medium penyampaian konflik nilai, resistensi
terhadap struktur sosial, serta pembentukan identitas remaja urban di Bandung tahun 1990-an. Simbol-simbol
visual seperti sepeda motor, hujan, seragam sekolah, dan lanskap kota berfungsi tidak hanya secara estetika,
tetapi juga sebagai alat penyampai krisis identitas dan transformasi sosial tokoh. Film ini juga mencerminkan
peran Pidi Baiq sebagai seniman modern yang menggabungkan pengalaman lokal dengan ekspresi reflektif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dilan 1991 merupakan teks budaya yang berfungsi sebagai ruang
pengalaman kolektif, memungkinkan penonton merefleksikan kembali kenangan, makna cinta, dan pergeseran
nilai sosial dalam konteks generasi muda Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam
studi estetika film dan dinamika budaya populer.
Kata Kunci: dilan 1991, estetika film, semiotic.



