Penerapan Metode Sensasi untuk Pelatihan Musik Inklusif: Studi Kasus di Art Therapy Center Widyatama
Abstract
Penelitian ini mengidentifikasi efektivitas komunikasi pengajar dalam menyampaikan instruksi
kepada peserta pelatihan berkebutuhan khusus melalui penerapan Metode Sensasi. Metode ini menggabungkan
stimulus natural, yakni respons spontan terhadap elemen musikal seperti warna suara, ritme, dan gerak, dengan
stimulus bentukan yang disusun secara bertahap dan terstruktur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan desain studi kasus terhadap tiga peserta pelatihan di Art Therapy Center Widyatama yang memiliki
hambatan belajar, kondisi borderline, dan spektrum autisme. Data diperoleh melalui observasi partisipatif,
wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi audiovisual, lalu dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan
peningkatan konsentrasi, keterlibatan tubuh, pemahaman struktur lagu, serta kesiapan tampil. Komunikasi
pengajar lebih efektif dan respons peserta lebih aktif. Stimulus natural membangun motivasi dan mengaktifkan
ingatan musikal, sedangkan stimulus bentukan meningkatkan performa. Teori multisensori mendukung
penyesuaian pendekatan terhadap kebutuhan peserta.
Kata Kunci: metode sensasi; pelatihan musik inklusif; disabilitas; stimulus natural; stimulus bentukan



