Pascasarjana ISBI Bandung Conference Series https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca <p align="justify"><img src="blob:https://jurnal.isbi.ac.id/c63c22df-171b-45b4-aa2e-229fdb79a07c" /></p> <p align="justify">E-prosiding Pascasarjana Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung adalah publikasi ilmiah hasil seminar yang merupakan sarana publikasi luaran yang dihasilkan dalam setiap kegiatan pelaksanaan seminar dosen didalam mendesminasikan hasil penelitiannya kepada masyarakat luas, sehingga dapat dimanfaatkan bagi pihak-pihak yang terkait didalam menggali penemuam-penemuan baru dalam dunia pendidikan.</p> <p align="justify"> </p> Guriang7 en-US Pascasarjana ISBI Bandung Conference Series Serat Kanayagan dan Teori Laras Karya R. Machyar Angga Koesoemadinata https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4675 <p>Tulisan ini membahas mengenai kiprah R. Mahyar Angga Koesoemadinata sebagai pencipta Notasi <br>Sunda Serat Kanayagan yang dikenal tidak saja sebagai seniman dengan karya lagu-lagunya, tetapi juga <br>sebagai peneliti atau Etnomusikologi Indonesia dengan temuannya Teori Laras 17 Nada yang <br>dimplementasikan melalui alat musik 17 nada dan Gamelan Ki Pembayun 17 Nada. Banyak para pakar musik <br>yang menganalisis karya-karyanya, baik pakar Indonesia maupun Pakar dari beberapa negara, serta dijadikan <br>bahan tulisan Karya Disertasi, serta Jurnal. Karya Serat kanayagan masih digunakan di sekolah-sekolah oleh <br>para Guru Seni Budaya, serta di Perguruan Seni sebagai materi bahan ajar membaca notasi Sunda. Begitu pula <br>karya lagu-lagunya masih dinyanyikan pada acara-acara pentik, baik pada acara pergelaran maupun Festival <br>Seni. Namun demikian, banyak yang tidak tahu, lagu-lagu tersebut karya R. Machyar, bahkan tidak tahu siapa <br>sosok R. Mahyar. Tulisan ini, akan mengungkapkan bagaimana solusi untuk mensosialisasikan kembali karya￾karya R. Machyar, sebagai karya anak bangsa yang mengispirasi. Metoda yang digunakan dengan cara <br>Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan Historeogfafi dengan Konsep Nilai Kasundaan Pok Prek Prak. <br>Suatu solusi masalah yang ada, dibicarakan, difikirkan, dan dilaksanakan.</p> <p>Kata Kunci: Serat Kanayagan, Teori Laras , R. Machyar</p> Endang Caturwati Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 1 9 Stagnasi Perkembangan Teori Karawitan Sunda: Sebuah Tantangan Dalam Mewujudkan Kemapanan Ilmu Karawitan Sunda Di Era Generasi Emas https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4677 <p>Teori karawitan Sunda khususnya tentang laras, surupan, patet, dan lagon tidak pernah berkembang <br>(stagnan). Apabila dihitung dari kurun waktu terbitnya buku Ilmu Seni Raras (1969), sudah hampir 56 tahun <br>teori karawitan Sunda karya Rd. Machjar Angga Koesoemadinata berjalan di tempat (tidak mengalami <br>kemajuan) walaupun beberapa tulisan dari peneliti asing telah menyampaikan kritikannya terhadap teori <br>karawitan Sunda tersebut. Fenomena ini merupakan permasalahan krusial yang perlu segera ditindaklanjuti <br>(melalui penelitian ulang yang berkelanjutan) karena teori karawitan Sunda tidak hanya digunakan sebagai <br>materi pembelajaran di sekolah-sekolah seni dan perguruan tinggi seni, tetapi juga digunakan sebagai acuan <br>dalam praktik memainkan karawitan Sunda. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, perlu dikemukakan <br>beberapa hal yang mendasari keraguan para peneliti asing terhadap teori karawitan Sunda Rd. Machjar Angga <br>Koesoemadinata dan mengapa teori karawitan Sunda perlu dikaji ulang melalui penelitian yang berkelanjutan. <br>Berdasarkan hasil analisis dan diskusi terhadap teori laras, surupan, patet, dan lagon ditemukan titik kelemahan <br>teori karawitan Sunda yang disebabkan oleh cara berpikir yang terlalu berorientasi pada teori musik Barat. <br>Dengan demikian, sudah saatnya teori karawitan Sunda dikaji ulang, diteliti kembali, dan dikembangkan sesuai <br>dengan sifat dan karakteristik “ilmu itu sendiri” yang seharusnya diperkaya dan dikembangkan secara <br>berkelanjutan sesuai dengan perkembangan praktik karawitannya itu sendiri.</p> <p>Kata Kunci: Teori karawitan Sunda, Rd. Machjar Angga Koesoemadinata, stagnasi, kritik atas teori, kajian <br>berkelanjutan</p> Heri Herdini Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 10 18 Jayalah Negeriku Transformasi Narasi Pertunjukan dalam Tari dan Lagu https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4678 <p>'Jayalah Negeriku' adalah sebuah transformasi naratif yang merayakan kecintaan pada tanah air <br>dengan memadukan keragaman budaya, dan seni. Karya ini mempresentasikan nilai-nilai positif seperti <br>keramahan, kepedulian, dan penghormatan terhadap perbedaan untuk menginspirasi rasa kebersamaan dan <br>rnasionalisme. Mengeksplorasi hubungan antara kreativitas artistik dan filosofi, dengan berfokus pada peran <br>keindahan untuk mengekspresikan rasa cinta dan kebanggaan terhadap tanah air dalam mengantisipasi <br>kesatuan antara kebaikan, kebenaran, dan keindahan. Karya seni ‘Jayalah Negeriku’ bertujuan untuk <br>memperkuat seni tradisional, membangkitkan rasa memiliki budaya, dan mempromosikan keindahan Indonesia <br>melalui pertunjukan Tari Dan Musik. bentuk koreografi kinestetik tari etnik yang disajikan dalam nodel <br>bentuk pertunjukan Video. Tahapan Eksplorasi, Improvisasi, dan Komposisi (pembentukan) dipresentasikan <br>melalui ekpresi Gerak kinestetik etnis, rangkaian kata kata positif dengan mengelu- elukan keindahan budaya <br>dan alam Indonesia.</p> <p>Kata Kunci: Jayalah negeriku, slogan nusantara bersatu, perpaduan musik dan lagu.</p> Ignasius Herry Subiantoro Esa Hari Akbar Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 19 24 Melampaui Batas Usia: Narasi Digital dan Jembatan Budaya Antar Generasi Menuju Indonesia Emas https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4679 <p>Artikel ini menganalisis peran narasi digital dan strategi komunikasi inovatif dalam menjembatani <br>kesenjangan antar generasi untuk pelestarian seni dan budaya tradisional di Indonesia, esensial bagi Indonesia <br>Emas 2045. Penelitian ini mengkaji pemanfaatan media digital, penceritaan interaktif, dan lokakarya <br>kolaboratif sebagai jembatan efektif transmisi nilai dan apresiasi budaya dari generasi tua ke muda. <br>Mengintegrasikan Teori Difusi Inovasi dan Komunikasi Antarbudaya/Intergenerasi, artikel ini mengidentifikasi <br>hambatan komunikasi antar generasi dan merumuskan solusi berbasis komunikasi strategis. Melalui studi <br>pustaka mendalam, temuan menunjukkan bahwa inovasi komunikasi adalah fondasi utama keberlanjutan <br>budaya di era digital.</p> <p>Kata Kunci: Narasi digital, komunikasi antar generasi, pelestarian budaya, Indonesia Emas, difusi inovasi.</p> Inosensius Enryco Mokos Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 25 33 Tayub Khas Kasumedangan Sebagai Ibing Kalangenan Kaum Menak dan Kaum Somah https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4680 <p>Tayub merupakan ibing kalangenan yang menjadi satu ikon kesenian daerah Sumedang pada tahun <br>1921 menjadi bagian dari pola kehidupan masyarakat, berubahnya pola kehidupan mempengaruhi juga selera <br>berkesenian sehingga keberadaan ibing tayub dalam kondisi saat ini boleh dikatakan hampir tidak kelihatan. <br>Ada dua jenis ibing tayub, diantaranya tayub menak dan tayub somah. Tayub menak penarinya merupakan <br>para bangsawan karena ada suatu keharusan salah satu syarat untuk menjadi seorang bangsawan yaitu terampil <br>ibing tayub, menari dalam peristiwa tayuban sebagai identitas sosial bagi menak. Sedangkan tayub balandongan <br>pelakunya merupakan masyarakat biasa yang meniru kebiasaan menak karena anggapannya bahwa bangsawan <br>atau menak merupakan panutan bagi masyarakat. Peran ronggeng dalam tayub sangat signifikan karena <br>merupakan roh dan magnet dalam pertunjukan ibing tayub. Metode kualitatif dengan studi dokumentasi salah <br>satu alternatif untuk menghasilkan data, bertujuan melestarikan kembali ibing tayub dalam penafsiran baru, <br>sehingga dapat hidup kembali di tengah masyarakat yang sedang mengalami proses transisi dengan masuknya <br>pengaruh modernisme.Target yang ingin dicapai menghadirkan kembali ibing tayub secara tekstual dan <br>kontekstual sehingga dapat hidup kembali di masyarakat.</p> <p>Kata Kunci: Ibing kalangenan, Tayub Menak, Tayub Somah, Ronggeng.</p> Asep Jatnika Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 34 38 Kearifan Lokal Seni Budaya Daerah Berbasis Media Sosial Sebagai Potensi Industri Kreatif Seni Pertunjukan di Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4681 <p>Rekontruksi aset pertunjukan seni lokal sebagai identitas budaya, merupakan bentuk simbolik daya <br>tarik kepariwisataan untuk mempromosikan budaya daerah dengan merevitalisasi cerita folklore yang di <br>klaborasikan dengan kesenian lokal gembyung sebagai sarana pelestarian budaya, religi, Pendidikan,<br>Revitalisasi folklore cerita rakyat priangan timur dengan identitas culturalnya menjadi objek penting dari<br>mulai dramatur sampai dengan esensi tradisi lisan dan sastra Sunda berupa Rajah, Mantra, Wawacan, <br>Sisindiran, Paparikan, Rarakitan, Wawangsalan yang selaras, sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) <br>Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2020 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda. Penelitian ini <br>menggunakan metode Graham Walas, The Art Of Thought, dengan pendekatan Preparation, Incubation, <br>Illumination, Verification. Riset ini akan akan menghasilkan karya seni rekomposisi digital hasil rekontruksi <br>kesenian daerah Cibugel (wayang golek dan kesenian Gembyung) dengan Cerita Rakyat Sumedang dikemas <br>kedalam bentuk cyberspace melalui platfrom digital</p> <p>Kata Kunci: Seni Budaya Daerah; Industri kreatif; Media sosial.</p> Asep Ganjar Wiresna Meiga Fristya Laras Sakti Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 39 41 Pertunjukan Serongga dalam Rutinitas Siswa Sekolah Dasar di Tambaksari Ciamis https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4682 <p>Penelitian terhadap Serongga (Senam Ronggeng Amen) dalam konteks ini focus pada pertunjukan <br>dalam dimensi hiburan yang memadukkan unsur senam dan seni ronggeng khas Kabupaten Ciamis. Penelitian <br>dilaksanakan menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pendalaman melalui observasi langsung, <br>wawancara, dan kajian sumber. Analisis data secara khusus mendalami fenomena wujud kemasan Serongga <br>yang menjadi bagian penting terhadap upaya pelestarian seni tradisi sekaligus upaya pengembangan. Keadaan <br>ini membawa Serongga tidak hanya sebagai seni hiburan dan tontonan, akan tetapi Serongga bertransformasi <br>menjadi bentuk sajian baru yang mencerminkan kebersamaan dan kekompakan (sareundeuk saigel) dan <br>kepercayaan diri. Selain dimensi kontekstual Serongga, penelitian ini juga mendalami dimensi tekstual <br>khususnya pada unsur utama yaitu Karawitan dan Tari, yang memiliki korelasi terhadap eksistensi Senam <br>Ronggeng Amen. Serongga selain dapat disajikan sebagai salah satu bentuk sajian pertunjukan, siswa-siswa <br>SD di Tambaksari telah menjadikan Serongga sebagai bagian rutinitas pagi sebelum pembelajaran dimulai. <br>Keadaan tersebut melibatkan berbagai kalangan baik orang tua, dewasa, remaja maupun anak-anak. Dari <br>penjelasan tersebut penelitian ini merumuskan eksistensi Serongga di tengah masyarakat Ciamis sebagai <br>identitas kelokalan, serta hubungannya dengan dunia Pendidikan tingkat dasar.</p> <p>Kata Kunci: Serongga, Rutinitas siswa, Pertunjukan, Tambaksari</p> Ocoh Suherti Tarjo Sudarsono Edi Mulyana Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 42 46 Transformasi Budaya Nilai Budi Pekerti Melalui Pancawira dalam Pelatihan Seni Pedalangan Wayang Golek untuk Pendidikan Karakter Siswa https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4683 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan seni pedalangan wayang golek sebagai <br>media pendidikan karakter dan penanaman budi pekerti luhur bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan <br>Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelatihan ini menggunakan pendekatan kearifan lokal melalui filosofi <br>Pancawira, yang mencakup lima kekuatan utama dalam pengembangan diri: Wiraga (kekuatan fisik dan <br>kreativitas), Wirasa (kehalusan budi dan etika), Wirahma (kemampuan beradaptasi terhadap zaman), Wirupa <br>(kekuatan berpikir dan bertindak), dan Wiwaha (kebijaksanaan dan spiritualitas). Penelitian dilakukan di tiga <br>lokasi representatif di Jawa Barat: Sanggar Wayang Ajen Kota Bekasi, Desa Wisata Kertawangi Kabupaten <br>Bandung Barat, dan Kabupaten Pandeglang Banten. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif <br>dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <br>pelatihan dalang mampu membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, kreatif, sopan, tangguh, dan religius. <br>Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kerja sama, dan rasa hormat tumbuh secara alami melalui proses kreatif dan <br>reflektif dalam pelatihan. Program ini juga terbukti adaptif dengan dunia digital dan mampu menjembatani <br>warisan budaya dengan pembentukan manusia unggul. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap <br>model pendidikan karakter berbasis seni dan budaya lokal yang kontekstual, aplikatif, dan berkelanjutan.</p> <p>Kata kunci: Pendidikan karakter, wayang golek, pelatihan dalang, Pancawira, budi pekerti luhur</p> Wawan Gunawan Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 47 50 Strategi Manajemen Pelestarian Tradisi Perang Tomat Pascapandemi: Revitalisasi Budaya Lokal Berbasis Seni Partisipatif di Kampung Cikareumbi https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4684 <p>Tradisi Perang Tomat di Kampung Cikareumbi merupakan warisan budaya takbenda yang kaya <br>nilai sosial, spiritual, dan estetika. Namun, sejak pandemi COVID-19, tradisi ini tidak lagi dilaksanakan, <br>sehingga berisiko mengalami disrupsi antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi <br>manajemen pelestarian berbasis komunitas guna merevitalisasi tradisi tersebut dalam konteks pascapandemi.<br>Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan <br>studi dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penguatan kapasitas komunitas, pendokumentasian berbasis <br>digital, serta kolaborasi antaraktor budaya menjadi kunci revitalisasi. Model manajemen partisipatif yang <br>adaptif terhadap perkembangan teknologi dan konteks sosial direkomendasikan untuk mendukung <br>keberlanjutan tradisi.</p> <p>Kata kunci: manajemen budaya, pelestarian tradisi, seni partisipatif, Perang Tomat, revitalisasi komunitas.</p> Sheila Kurnia Putri Shauma Silmi Faza Arif Budiman Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 51 55 Studi Etnopedagogi: Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Gerak Salancaran Pencak Silat Cimande dan Relevansinya bagi Pendidikan Kontemporer https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4685 <p>Studi ini mengkaji nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam gerak Salancaran Pencak Silat <br>Cimande melalui pendekatan etnopedagogi dan relevansinya bagi pendidikan kontemporer. Penelitian ini <br>menunjukkan bahwa Salancaran bukan sekadar rangkaian teknik bela diri, melainkan representasi budaya yang <br>memuat filosofi hidup masyarakat Sunda. Gerakannya mengekspresikan keselarasan dengan alam, semangat <br>gotong royong, disiplin, penghormatan terhadap hierarki sosial, serta pembentukan karakter yang tangguh <br>namun rendah hati. Nilai-nilai tersebut terinternalisasi melalui praktik gerakan, hubungan guru-murid, dan <br>sistem pewarisan tradisional yang berlangsung secara lisan. Dengan pendekatan kualitatif dan perspektif ilmu <br>manusia, penelitian ini menelusuri bagaimana Salancaran berperan sebagai medium pendidikan karakter <br>holistik yang kontekstual. Temuan menunjukkan bahwa seni bela diri tradisional seperti Cimande mampu <br>memperkuat kesadaran budaya, identitas nasional, dan kecerdasan kinestetik peserta didik. Implementasinya <br>dalam pembelajaran berbasis budaya dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan relevan. Oleh <br>karena itu, warisan budaya seperti Salancaran layak dijadikan sebagai sumber nilai dalam kurikulum <br>pendidikan Indonesia yang berorientasi pada penguatan karakter dan kearifan lokal. Penelitian ini menegaskan <br>pentingnya pelestarian seni tradisional sebagai bagian dari strategi pendidikan yang reflektif, kontekstual, dan <br>transformatif. </p> <p>Kata Kunci: Etnopedagogi, Salancaran, Pencak Silat Cimande, Kearifan Lokal, Seni Bela Diri Tradisional.</p> Rahayu Lestari Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 56 61 Inovasi dalam Seni: Eksplorasi Alat Elektronik Non￾Konvensional di Karya 'Dipoyok Dilebok’ https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4686 <p>Bunyi-bunyi alam sekitar, jika didengar dengan seksama, memiliki paduan yang sangat <br>musikal. Tidak mengherankan jika banyak komponis, baik secara sadar maupun tidak, terinspirasi oleh <br>alam dalam menciptakan karya musik. Setiap komponis tidak dapat mengabaikan pengaruh fenomena <br>bunyi yang terjadi di sekitarnya. Fenomena bunyi ini memiliki sudut pandang yang luas; tidak hanya <br>mencakup suara yang terdengar, tetapi juga yang “tidak berbunyi” yang dapat dirasakan dan ditafsirkan <br>sebagai fenomena musikal. Ferrucio Busoni mengemukakan bahwa semua karya seni, pada inti dan bentuk <br>pernyataan akhirnya, akan menuju satu tujuan: mencitrakan kembali alam dan menafsir ulang apa yang <br>dirasakan manusia (Suka Hardjana, 2003:50). Persoalan yang muncul adalah bagaimana fenomena bunyi￾bunyi alam dapat direkayasa oleh komponis dan diterima oleh pendengar sebagai musik. Seperti yang <br>diungkapkan oleh Slamet Abdul Sjukur, “sesuatu yang terdengar dapat dianggap sebagai musik ketika <br>kita memperhatikan dan memperlakukannya sebagai musik.” Dengan demikian, betapa pun hebatnya <br>suatu karya musik, ia akan tetap menjadi fenomena bunyi belaka jika tidak diperhatikan atau diperlakukan <br>sebagai musik. Ungkapan ini dapat ditafsirkan sebagai kritik terhadap sikap masyarakat yang sering kali <br>pasif dalam memahami atau mengapresiasi karya musik. Cara pandang yang terbatas dalam mengenali<br>atau memahami karya musik sering menyebabkan kesalahpahaman, terutama dalam komunikasi antara <br>komponis, karya musik, dan penonton. Aspek-aspek di atas penting untuk dipertimbangkan dalam proses <br>penciptaan karya ini. Saya tidak bermaksud menciptakan karya musik yang disesuaikan dengan selera <br>masyarakat umum. Sebaliknya, gejala-gejala yang terjadi di masyarakat, yang membentuk selera umum, <br>menjadi inspirasi menarik dalam berkarya. Pemikiran dan gagasan saya akan dituangkan melalui karya <br>musik sebagai reaksi terhadap fenomena yang saya rasakan di lingkungan sekitar. Judul karya ini adalah <br>“Di Poyok Di Lebok” (dalam bahasa Indonesia, "Di Poyok Di Lebok" berarti Dipoyok = diolok-olok, <br>Dilebok = dimakan, dalam bahasa Sunda yang sangat kasar). Judul ini mencerminkan perasaan saya yang <br>akhir-akhir ini dikepung oleh arus informasi dari berbagai arah, serta kemunafikan orang-orang dalam <br>mengemukakan pemikiran dengan standar ganda, tanpa mengetahui sumber berita yang sebenarnya. <br>Penjelasan lebih lanjut mengenai karya ini akan diuraikan dalam pertunjukan karya saya yang sudah <br>dipublikasi dalam dokumentasi pertunjukan Pekan Komponis Indonesia dengan tema Eksperimentasi <br>Musik Elektronik Dewan Kesenian Jakarta yang diadakan pada tahun 2016 di kanal youtube <br>https://www.youtube.com/watch?v=RkMnYV3JK-A.</p> <p>Kata Kunci : musik eksperimental, seni elektronik, instrumen non-konvensional, Wiimote, semiotika <br>musik.</p> Harry Haryono Otin Martini Nurudin Melsya Firtikasari Yudhistira Rejki Firdaus Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 62 66 Perkembangan Sound System Sebagai Modal Budaya dalam Seni Pertunjukan di Kota Bandung https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4687 <p>Pada era sekarang sound system merupakan alat yang biasa digunakan oleh manusia dan bisa kita <br>jumpai dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi modal budaya pada masyarakat, khususnya di kota Bandung.<br>Oleh karena itu penulis bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan sound system menjadi modal budaya<br>dalam seni pertunjukan pada masyarakat kota bandung. Sound system merupakan komponen vital dalam seni <br>pertunjukan di Bandung. Kesesuaian antara teknologi, lokasi, serta profesionalisme operator sangat<br>mempengaruhi keberhasilan acara. Dalam perkembangannya dan banyaknya daya tarik dari masyarakat<br>Indonesia dalam menggeluti dunia audio sound system sehingga menciptakan berbagai profesi yang <br>berhubungan dengan sound, mulai dari vendor sound system, sound engeenering, sound hunter, dan lain-lain. <br>Oleh karena itu penulis bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan audio sound system sebagai modal <br>budaya dalam seni pertunjuan di kota bandung.</p> <p>Kata Kunci : Sound System, Seni Pertunjukan, Musik, Kota Bandung.</p> Rano Hidayat Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 67 73 Kurikulum Tersembunyi dalam Pendidikan Musik sebagai Strategi Pembentukan Karakter dan Pelestarian Budaya Menuju Indonesia Emas https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4688 <p>Tulisan ini membahas peran kurikulum tersembunyi dalam pendidikan musik sebagai strategi <br>pembentukan karakter dan pelestarian budaya menuju Indonesia Emas. Berdasarkan penelitian kualitatif <br>dengan studi kasus di SMKN 2 Cibinong Jawa Barat jurusan musik, ditemukan bahwa aktivitas musikal seperti <br>latihan ansambel, prakonser, dan konser rutin berkontribusi pada pembentukan nilai-nilai karakter seperti <br>disiplin, tanggung jawab, kerjasama, dan integritas secara implisit. Kajian ini memadukan teori kurikulum <br>tersembunyi (wren &amp; Deal &amp; Peterson), sosiologi musik (Becker), serta pendidikan karakter berbasis budaya<br>lokal (Raden Machjar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan musik yang berakar pada nilai budaya <br>lokal dapat menjadi instrumen strategis pembentukan karakter sekaligus pelestarian budaya nasional.</p> <p>Kata Kunci : kurikulum tersembunyi; pendidikan karakter; pelestarian budaya</p> Krisna Raharja Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 74 80 Angklung: Pendidikan dan Musik Kolaboratif (2011-2024) https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4689 <p>Penelitian inimengeksplorasi historiografi angklung dalamkonteks pendidikan dan kolaborasimusik<br>dari tahun 2011 hingga 2024. Diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO, angklung telah<br>bertransformasi dari alat musik ritual menjadi bagian penting dari pendidikan formal dan berbagai genre musik<br>modern. Studi ini menyoroti dua fase utama: pendirian Program Studi Angklung dan Musik Bambu di ISBI<br>Bandung pada tahun 2011,serta adaptasi digital dan kolaborasi lintas genre selama dan pasca-pandemi COVID-<br>19. Dengan pendekatan historiografi, penelitian ini menganalisis bagaimana angklung beradaptasi dengan <br>perubahan masyarakat dan kemajuan teknologi, serta kontribusinya terhadap pelestarian warisan budaya <br>Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa angklung tidak hanya berhasil bertahan di tengah tantangan zaman,<br>tetapi juga terus berkembang, memperkaya khazanah musik Indonesia, dan menjadi simbol ketahanan budaya.</p> <p>Kata Kunci: Angklung, Pendidikan, Kolaborasi Musik, Historiografi, Warisan Budaya, Adaptasi Digital.</p> Fahmi Insanul Kamil Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 81 87 Strategi Influencer Marketing Terhadap Pemasaran Drum Elektrik Nux Di Era Digital https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4690 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana konsep strategi pemasaran Drum Elektrik<br>NUXdiIndonesiamelaluiinfluencer. DrumElektrikNUXmerupakan merk drum yang berasal dari China. Drum <br>Elektrik NUX cukup menarik perhatian musisi dan berbagai kalangan masyarakat karena tipe dan kualitasnya <br>mampu bersaing dengan merk-merk ternama lainnya. Selain itu, hal yang menjadi daya tarik pembeli adalah <br>teknik pemasaran Drum Elektrik NUX yang tergolong modern karena mampu menarik masa dengan <br>memanfaatkan berbagai influencer, artis ternama, dan musisi hebat yang populer di kalangan anak muda untuk<br>meningkatkan penjualan. Drum Elektrik NUX memiliki teknik pemasaran yang mengedepankan apa yang <br>dibutuhkan pembeli saat ini. Distributor Drum Elektrik NUX di Indonesia sangat memperhatikan reformasi <br>pemasaran atau perubahan gaya komsumsi masyarakat di era digital. Dalam penelitian ini, peneliti <br>menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi langsung, teknik wawancara, <br>dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bagaimana Drum Elektrik NUX menarik konsumen dengan <br>konsep strategi influencer marketing dengan penyesuaian pemasaran di era digital.</p> <p>Kata kunci: Drum Elektrik NUX, Strategi Influencer Marketing, Era Digital</p> Rizky Meta Putra Otin Martini Nurudin Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 88 92 Rampak Genteng Sebagai Media Pembelajaran Interdisipliner https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4691 <p>Artikel ini meneliti potensi rampak genteng sebagai media pembelajaran interdisipliner yang <br>mengintegrasikan dimensi seni, sejarah, dan pendidikan karakter dalam kerangka implementasi Kurikulum <br>Merdeka. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi kasus, dengan teknik <br>pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap siswa jenjang SMP dan <br>SMA di Kabupaten Majalengka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam aktivitas <br>rampak genteng tidak hanya memberikan pengalaman estetik, tetapi juga berkontribusi secara signifikan <br>terhadap pengembangan keterampilan sosial- emosional serta penguatan identitas budaya lokal. Integrasi <br>rampak genteng dalam pembelajaran tematik dan program penguatan profil pelajar Pancasila terbukti efektif <br>dalam mendorong kolaborasi antar pendidik dan memperkaya praktik pembelajaran berbasis kearifan lokal. <br>Berdasarkan hasil tersebut, disarankan adanya pelatihan profesional bagi guru, dukungan institusional dari <br>pihak sekolah dan pemerintah daerah, serta perlunya studi lanjutan untuk mengkaji dampak jangka panjang <br>terhadap pembentukan karakter dan capaian akademik peserta didik.</p> <p>Kata Kunci : rampak genteng, pembelajaran interdisipliner, Kurikulum Merdeka, karakter, budaya local</p> Gigin Ginanjar Otin Martini Nurudin Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 93 95 Kesan Melankolis pada Lagu Papatet dalam Tembang Sunda Cianjuran yang Dipengaruhi oleh Sejarah Penciptaannya https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4692 <p>Tembang Sunda Cianjuran merupakan salah satu warisan budaya musik tradisional Sunda yang <br>memiliki karakter musikal melankolis yang mencerminkan kesedihan, kegelisahan, dan lain sebagainya. Salah <br>satu lagu dalam tembang ini adalah "Papatet", yang dikenal sarat dengan nuansa melankolis. Penelitian ini<br>bertujuan untuk mengungkap bagaimana historiografi penciptaan lagu "Papatet" serta unsur-unsur musikalnya <br>membentuk kesan melankolis yang kuat. Melalui pendekatan metode sejarah kritis yang meliputi tahapan <br>heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan menganalisis sumber-sumber lisan dan tertulis dari para <br>tokoh tembang Sunda Cianjuran seperti M. Yusuf Wiradiredja dan Heri Herdini. Dalam konteks sejarahnya,<br>tembang Sunda Cianjuran diperkirakan berkembang sejak awal abad ke-19, namun dokumentasi primer yang<br>terbatas mendorong perlunya pendekatan tekstual dan kontekstual untuk menelusuri makna emosional dan <br>estetika dari lagu tersebut. Kajian ini menekankan pentingnya rumpaka (lirik), struktur melodi, ritme, dan<br>dinamika penyajian sebagai elemen yang berkontribusi terhadap nuansa melankolis. Hasil penelitian ini <br>diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang ekspresi emosional dalam musik tradisional Indonesia serta <br>memperkuat upaya pelestariannya di tengah arus globalisasi budaya.</p> <p>Keywords: Melankolis; Papatet ; Tembang Sunda Cianjuran ; Sejarah.</p> Maulana Taupik Hidayat Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 96 100 Kritik Estetika Film Dilan 1991 Karya Pidi Baiq: Pendekatan Fenomenologi, Semiotika, dan Produksi Budaya https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4693 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis film Dilan 1991 sebagai karya seni modern <br>menggunakan pendekatan estetika lintas teori yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Benny Yohanes Timmerman, <br>S.Sen., M.Hum., yang mencakup fenomenologi, semiotika seni, dan teori produksi budaya. Pendekatan ini <br>memungkinkan kajian mendalam terhadap representasi cinta, identitas, dan realitas sosial remaja dalam film, <br>baik dari sisi pengalaman eksistensial tokoh, makna simbolik visual, maupun posisi ideologisnya sebagai <br>produk budaya populer Indonesia. Melalui metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi Dilan <br>1991 tidak hanya sebagai narasi cinta remaja, tetapi juga sebagai medium penyampaian konflik nilai, resistensi <br>terhadap struktur sosial, serta pembentukan identitas remaja urban di Bandung tahun 1990-an. Simbol-simbol <br>visual seperti sepeda motor, hujan, seragam sekolah, dan lanskap kota berfungsi tidak hanya secara estetika,<br>tetapi juga sebagai alat penyampai krisis identitas dan transformasi sosial tokoh. Film ini juga mencerminkan <br>peran Pidi Baiq sebagai seniman modern yang menggabungkan pengalaman lokal dengan ekspresi reflektif. <br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dilan 1991 merupakan teks budaya yang berfungsi sebagai ruang<br>pengalaman kolektif, memungkinkan penonton merefleksikan kembali kenangan, makna cinta, dan pergeseran <br>nilai sosial dalam konteks generasi muda Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam <br>studi estetika film dan dinamika budaya populer.</p> <p>Kata Kunci: dilan 1991, estetika film, semiotic.</p> Budi Zaelani Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 101 112 Metode Manajemen Seni Pasca Produksi https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4694 <p>Tulisan ini menyoroti pentingnya metode dan manajemen seni, khususnya dalam konteks pasca￾produksi, untuk menciptakan karya seni yang berkualitas, relevan, dan berkelanjutan. Metode Collaborative <br>Creation muncul sebagai pendekatan strategis yang menekankan kolaborasi lintas disiplin untuk mengevaluasi, <br>menyempurnakan, dan mendistribusikan karya seni.Evaluasi kolaboratif meningkatkan kualitas karya melalui <br>integrasi berbagai perspektif, sementara optimalisasi teknis memastikan elemen pendukung seperti<br>pencahayaan, suara, dan efek visual memperkuat narasi artistik. Selain itu, distribusi digital memperluas <br>jangkauan audiens, membuka peluang pengakuan yang lebih luas terhadap karya seni.Metode ini tidak hanya <br>menghasilkan karya seni yang lebih matang tetapi juga memperkuat dinamika kerja tim, menciptakan <br>lingkungan yang inklusif dan menghargai kontribusi setiap anggota. Dengan pendekatan ini, seni pertunjukan <br>tidak hanya menjadi pengalaman estetis, tetapi juga model praktik kreatif yang berorientasi pada keberlanjutan<br>dan dampak luas.</p> <p>Kata Kunci : metode, manajemen seni, pasca produksi</p> Setia Pribowo Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 113 116 Dinamika Komunikasi Interpersonal dalam Kolaborasi Seni Pertunjukan Tungkot Malehat: Peran Musisi, Penari, dan Masyarakat Simalungun https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4695 <p>Tungkot Malehat merupakan seni pertunjukan yang mengalami transformasi dari ritual sakral<br>menjadi hiburan budaya di Simalungun. Studi ini mengkaji dinamika komunikasi interpersonal di antara <br>musisi, penari, dan masyarakat dalam proses kolaborasi pertunjukan. Dengan pendekatan kualitatif, data <br>dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian <br>menunjukkan komunikasi interpersonal berlangsung dalam pola verbal dan nonverbal yang kompleks, <br>mencakup negosiasi makna, adaptasi peran, serta proses konsensus kreatif. Komunikasi interpersonal ini<br>menjadi fondasi keberhasilan pertunjukan, mempertahankan esensi budaya sambil membuka ruang <br>inovasi. Studi ini merekomendasikan penguatan ruang dialog antar pelaku seni untuk keberlanjutan <br>transformasi budaya yang adaptif.</p> <p>Kata kunci: komunikasi interpersonal, Tungkot Malehat, seni pertunjukan, kolaborasi budaya</p> Doli Marthin Saragih Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 117 125 Nilai Filosofis Mamuli dalam Sejarah, Tradisi, dan Budaya Masyarakat Sumba Timur https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4696 <p>Penelitian ini mengkaji artefak budaya bernama mamuli yang berasal dari Sumba Timur, sebagai <br>bagian dari ekspresi identitas, spiritualitas, serta struktur sosial masyarakat setempat. Mamuli bukan hanya<br>merupakan perhiasan logam berharga, melainkan simbol perempuan, kesuburan, dan hubungan kosmis dengan<br>leluhur. Fenomena ini menunjukkan adanya keberlangsungan nilai-nilai tradisional yang kompleks dalam <br>masyarakat Sumba Timur, di tengah tekanan modernisasi dan globalisasi. Dengan menggunakan pendekatan <br>kualitatif deskriptif dan metode historiografis, penelitian ini mengungkap makna filosofis mamuli, peran<br>sosialnya dalam sistem kekerabatan dan upacara adat, serta respons budaya terhadap transformasi zaman. <br>Penelitian ini melibatkan wawancara dengan tokoh adat, pengrajin lokal, dan pengamatan partisipatif dalam <br>ritus adat sebagai metode pengumpulan data utama. Hasilnya menunjukkan bahwa mamuli berfungsi sebagai <br>jembatan antara sistem nilai tradisional dengan inovasi kontemporer yang terus berkembang, terutama dalam<br>konteks desain dan identitas budaya visual masyarakat Sumba Timur. Penelitian ini merekomendasikan <br>pelestarian budaya mamuli melalui integrasi dalam kurikulum lokal, promosi dalam produk seni rupa <br>kontemporer, serta kolaborasi lintas sektor untuk mendorong keberlanjutan warisan budaya. Dengan demikian, <br>mamuli bukan hanya representasi masa lalu, tetapi juga simbol masa depan budaya yang resilien dan dinamis.</p> <p>Kata Kunci : filosofi, mamuli, sejarah, tradisi budaya, sumba timur</p> Yuliana Hambuwali Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 126 130 Kesan Melankolis Pada Lagu Papatet Dalam Tembang Sunda Cianjuran Yang Dipengaruhi Oleh Sejarah Penciptaannya https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4697 <p>Tembang Sunda Cianjuran merupakan salah satu warisan budaya musik tradisional Sunda yang <br>memiliki karakter musikal melankolis yang mencerminkan kesedihan, kegelisahan, dan lain sebagainya. Salah <br>satu lagu dalam tembang ini adalah "Papatet", yang dikenal sarat dengan nuansa melankolis. Penelitian ini<br>bertujuan untuk mengungkap bagaimana historiografi penciptaan lagu "Papatet" serta unsur-unsur musikalnya <br>membentuk kesan melankolis yang kuat. Melalui pendekatan metode sejarah kritis yang meliputi tahapan <br>heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi dengan menganalisis sumber-sumber lisan dan tertulis dari para <br>tokoh tembang Sunda Cianjuran seperti M. Yusuf Wiradiredja dan Heri Herdini. Dalam konteks sejarahnya,<br>tembang Sunda Cianjuran diperkirakan berkembang sejak awal abad ke-19, namun dokumentasi primer yang<br>terbatas mendorong perlunya pendekatan tekstual dan kontekstual untuk menelusuri makna emosional dan <br>estetika dari lagu tersebut. Kajian ini menekankan pentingnya rumpaka (lirik), struktur melodi, ritme, dan<br>dinamika penyajian sebagai elemen yang berkontribusi terhadap nuansa melankolis. Hasil penelitian ini <br>diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang ekspresi emosional dalam musik tradisional Indonesia serta <br>memperkuat upaya pelestariannya di tengah arus globalisasi budaya.</p> <p>Kata Kunci: Melankolis; Papatet; Tembang Sunda Cianjuran; Sejarah.</p> Maulana Taupik Hidayat Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 131 135 Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar Melalui Tarian di TK Aryandini Kota Bandung https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4698 <p>Pada anak usia dini motorik kasar sangat diperlukan untuk dapat membentuk perkembangan dan <br>pertumbuhan anak salah satunya melalui sebuah tarian. Permasalahan yang dihadapi di TK Aryandini masih <br>ada ditemukan beberapa anak yang masih belum optimal dalam melakukan motorik kasar pada tarian. Tujuan <br>penelitian ini untuk mengetahui sejauhmana pengaruh motorik kasar melalui tarian untuk usia 4 tahun. Pada <br>penelitian ini menggunakan metode desktiptif dengan pendekatan learning by doing, peserta didik belajar <br>melalui praktik langsung. Sumber data penelitian terkait aspek motorik kasar yang dijadikan penelitian<br>berjumlah 6 anak perempuan terdiri dari 3 anak pendiam, dan 3 anak aktif dengan usia rata-rata 4 tahun. <br>Kesimpulan hasil penelitian antara anak pendiam dan anak yang aktif dari nilai rata-rata perbedannya sebanyak <br>29. Rekomendasi perlu adanya kerjasama antara guru dan orang tua agar anak tersebut dalam pembelajaran <br>motorik kasar melalui tarian dapat tercapai secara optimal.</p> <p>Kata Kunci: Keterampilan Motorik Kasar, Tarian.</p> Otin Martini Yahfenel Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 136 147 Peran Pendidikan Karakter dalam Mencegah Ketidakjujuran Akademik di Pendidikan Tinggi: Tijauan Systematic Literature Review https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4699 <p>Ketidakjujuran akademik di pendidikan tinggi terus mengalami peningkatan, terutama dalam <br>lingkungan pembelajaran daring, sementara kebijakan yang bersifat hukuman terbukti tidak efektif dalam <br>mengatasi permasalahan ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan karakter sebagai strategi <br>preventif dalam menumbuhkan integritas akademik di kalangan mahasiswa. Dengan menggunakan metode <br>Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menelaah data dari berbagai studi akademik yang berkaitan <br>dengan pendidikan karakter, ketidakjujuran akademik, dan integritas akademik. Temuan penelitian <br>menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter ke dalam kurikulum secara signifikan mengurangi <br>pelanggaran akademik dibandingkan dengan pendekatan hukuman. Lebih lanjut, pendidikan karakter turut <br>berkontribusi dalam membentuk etika profesional mahasiswa di dunia kerja. Implikasi dari studi ini <br>menekankan perlunya reformasi kebijakan akademik dengan pendekatan berbasis karakter secara holistik guna <br>membangun budaya integritas akademik.</p> <p>Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Ketidakjujuran Akademik, Integritas Akademik</p> Fatrizal Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 148 154 Penerapan Metode Sensasi untuk Pelatihan Musik Inklusif: Studi Kasus di Art Therapy Center Widyatama https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4700 <p>Penelitian ini mengidentifikasi efektivitas komunikasi pengajar dalam menyampaikan instruksi <br>kepada peserta pelatihan berkebutuhan khusus melalui penerapan Metode Sensasi. Metode ini menggabungkan <br>stimulus natural, yakni respons spontan terhadap elemen musikal seperti warna suara, ritme, dan gerak, dengan <br>stimulus bentukan yang disusun secara bertahap dan terstruktur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif <br>dengan desain studi kasus terhadap tiga peserta pelatihan di Art Therapy Center Widyatama yang memiliki <br>hambatan belajar, kondisi borderline, dan spektrum autisme. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, <br>wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi audiovisual, lalu dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan <br>peningkatan konsentrasi, keterlibatan tubuh, pemahaman struktur lagu, serta kesiapan tampil. Komunikasi <br>pengajar lebih efektif dan respons peserta lebih aktif. Stimulus natural membangun motivasi dan mengaktifkan <br>ingatan musikal, sedangkan stimulus bentukan meningkatkan performa. Teori multisensori mendukung <br>penyesuaian pendekatan terhadap kebutuhan peserta.</p> <p>Kata Kunci: metode sensasi; pelatihan musik inklusif; disabilitas; stimulus natural; stimulus bentukan</p> Rengga Ramayuda Endang Caturwati Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 155 167 Strategi Manajerial dalam Meningkatkan Kompetensi Guru Paud Melalui Media Seni Tari di TK Aryandini 3 Kota Bandung https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4701 <p>Peningkatan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan aspek penting dalam <br>membangun pendidikan dasar yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajerial <br>yang digunakan dalam pemberdayaan guru PAUD melalui pelatihan berbasis seni tari di TK Aryandini 3 Kota <br>Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang terdiri atas analisis kebutuhan, pelatihan, <br>praktik reflektif, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan seni tari mampu meningkatkan kompetensi <br>pedagogis dan kreatif guru, serta memperkuat motivasi dan rasa percaya diri mereka. Strategi manajerial <br>berbasis kolaborasi dan pendekatan siklus peningkatan berkelanjutan (PDCA) terbukti efektif dalam <br>menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan bermakna.</p> <p>Kata kunci: strategi manajerial, kompetensi guru, PAUD, seni tari, pendidikan anak usia dini</p> Sheila Kurnia Putri Otin Martini Ajeng Ayu Candrawati Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 168 173 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gamelan Degung dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal di Desa Wangisagara Kabupaten Bandung https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/prosidingpasca/article/view/4702 <p>Pelatihan gamelan degung bagi Kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa <br>Wangisagara, Kelurahan Wangisagara, Kabupaten Bandung, merupakan sebuah upaya strategis dalam <br>pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan <br>minat, apresiasi serta kemampuan musikal. Melalui pendekatan partisipatif Action Research (PAR), pelatihan <br>ini tidak hanya melakukan pelestarian budaya lokal melalui gamelan degung juga mendorong peran aktif <br>masyarakat dalam menjaga dan meneruskan nilai nilai budaya kepada generasi berikutnya. Hasil dari pelatihan <br>ini menunjukkan adanya peningkatan minat, apresiasi, serta kemampuan musikal masyarakat melalui <br>pelestarian gamelan degung sehingga mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga dan meneruskan nilai <br>nilai budaya lokal.</p> <p>Kata kunci: Pelatihan gamelan, Gamelan degung, Pemberdayaan Masyarakat.</p> Hendra Susanto Koswara Otin Martini Copyright (c) 2025 2025-12-29 2025-12-29 174 182