OPTIMALISASI TARI JAIPONGAN ‘JALU’ RASPATI DI SANGGAR GIRI MAYANG

Authors

  • Lalan Ramlan
  • Jaja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan tari Jaipongan “Jalu” Raspati yang dilakukan melalui
metode pelatihan kepada para siswa laki-laki (jalu; Sunda) di Sanggar Giri Mayang, hingga hasilnya
dipublikasikan melalui bentuk pementasan. Tari Jaipongan sebagai salah satu seni tradisional Sunda,
memiliki karakteristik yang dinamis, energik, maskulin, dan ekspresif (berkarakter). Namun, dalam
proses pengembangannya, diperlukan pendekatan optimalisasi baik dari segi teknik gerakan, alur cerita,
musik pengiring, maupun penyajiannya, agar lebih relevan dan menarik minat generasi muda tanpa
kehilangan nilai-nilai tradisional yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode Participation Action Reseach (PAR), di dalamnya
menempatkan tiga kata kunci saling berkaitan satu sama lain yaitu meliputi; partisipasi, riset, dan
aksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi dapat dicapai dengan melakukan penyesuaian
gerak dalam struktur koreografinya dengan tetap mempertahankan esensi tari Jaipongan yang menjadi
sumbernya yaitu “Dangiang Ing Raspati”, sedangkan iringan tari dan rias busananya tidak mengalami
perubahan. Di sisi lain, melalui melalui proses pelatihan yang intensif mampu menghasilkan peningkatan
kemampuan penari. Optimalisasi ini tidak hanya menjaga keberlanjutan tari tradisional, tetapi juga
mampu meningkatkan daya tariknya di kalangan penikmat seni pertunjukan saat ini, khususnya dari
kalangan siswa atau penari putra

Downloads

Published

2024-11-30