KOMPARASI TANGGA NADA MUSIK SUNDA DAN TANGGA NADA MUSIK BARAT: STUDI KASUS PADA LARAS DEGUNG DAN SUSUNAN NADA DO-MI-FA-SOL-SI-DO’
Abstract
Persoalan mengenai perbedaan antara laras degung dan susunan nada do-mi-fa-sol-si-do’ dalam tangga
nada musik Barat masih menjadi topik perdebatan yang intens di kalangan seniman dan akademisi
karawitan Sunda. Beberapa seniman dan akademisi karawitan Sunda berpendapat bahwa, meskipun
nada-nada dalam laras degung dan tangga nada musik Barat terdengar serupa, tetapi interval nada pada
kedua tangga nada tersebut sebenarnya berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan jawaban
atas pertanyaan tentang seberapa besar persentase kemiripan antara laras degung dan susunan nada
do-mi-fa-sol-si-do’ dalam tangga nada musik Barat. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan
interval menyeluruh dari Kusumadinata, dan persentase kemiripan dihitung dengan metode statistika
Chi Kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiripan antara tangga nada musik Barat dan laras
degung dari rakitan laras salendro 15 nada hanya sebesar 89,05%, sementara dengan laras degung dari
rakitan laras salendro 17 nada kemiripannya hanya 82,5%. Hasil ini mendukung pandangan para seniman
dan akademisi karawitan Sunda bahwa ada perbedaan signifikan antara laras degung dan tangga
nada musik Barat.





