ANALISIS SEMIOTIKA TARI TOPENG SASIKIRANA STUDIO TARI INDRAWATI LUKMAN BANDUNG
Abstract
Pamindo adalah salah satu karakter yang ada dalam pertunjukan tari topeng Cirebon. Tarian ini berkarakter
ganjen lincah, hal tersebut terlihat dari koreografinya yang lincah dan gesit. Tarian tersebut
memiliki tradisi memanjangkan atau memendekan , menambah atau mengurangi jogedan, atau yang
biasa disebut dengan Gawe Jogedan. Struktur Tarian pada Pamindo diantaranya bagian dodoan, unggah
tengah, dan deder. Pola gerak yang disajikan merupakan pola yang terstruktur. Pamindo merupakan
sumber inspirasi bagi Indrawati Lukman dalam membuat karya Tari Topeng Sasikirana. Sasikirana
merupakan pengembagan dari karya tari topeng pamindo. Hal yang menarik dalam karya sasikirana
ini, banyaknya eksplorasi dan inovasi yang dilakukan baik dalam hal gerak, struktur gerak, iringan dan
kostum. Sasikirana terkesan lebih modern dari segi penyajian. Penulis akanmenggali dan mengungkapkan
fungsi dan makna dari tanda-tanda yang terdapat pada tari sasikirana karya Indrawati Lukman. Penelitian
ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Penelitian yang memusatkan
pada tanda –tanda yang dibuat oleh Indrawati Lukman dalam karya tari topeng sasikirana, dikaji secara
mendalam sehingga mampu membongkar realitas, fungsi dan makna dibalik karya tersebut. Penelitian
kualitatif adalah jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna disejumlah individu atau
sekelompok orang yang berasal dari masalah social. Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan
untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, konsep atau fenomena, masalah
social, dan lain-lain. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi partisipasi
dan dokukarakter mentasi.





