PELATIHAN TARI SUNDA PADA MASYARAKAT CINA DIASPORA: STUDI KASUS KERJASAMA BUDAYA ANTARNEGARA
Abstract
Kebudayaan adalah salah satu aspek penting dalam kedudukan suatu negara. Kebudayaan
memegang peranan krusial dalam memperkuat identitas sebuah negara melalui kemahiran
diplomasi budaya yang dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan misi kesenian atau misi
kebudayaan yang sering dilakukan melalui tampilan seni pertunjukan. Hal tersebut dapat
dilaksanakan dengan menampilkan tarian yang dapat mewakili keberagama kesenian yang dimiliki
oleh negara Indonesia. Sebagai penunjang program tersebut, program tridharma yang ada di
Perguruan Tinggi dapat memberikan peluang dalam menampilkan misi kesenian, khususnya di
lingkungan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Namun, kegiatan misi kesenian tersebut
hanya dapat dilakukan sekali waktu. Pada tulisan ini akan mengkaji tentang pelatihan Tari Sunda
bagi masyarakat Tionghoa sebagai bentuk keberlanjutan dari misi kesenian, dengan menggunakan
metode hibrid (daring dan luring). Program ini tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan
seni, melainkan juga sebagai strategi diplomasi budaya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Metode
pelatihan hibrid ini memungkinkan masyarakat diaspora untuk menjadi “perpanjangan tangan” dalam
mempromosikan budaya Indonesia, sehingga dapat meningkatkan membantu efektivitas ekonomi
negara asal diaspora. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kerja
sama dengan warga negara asal diaspora dapat menjadi cara baru dalam ketercapaian diplomasi
budaya antarnegara.
Kata kunci: diaspora, diplomasi budaya, pelatihan tari, tari Sunda





