REPETISI DAN METRUM SEBAGAI DASAR PENCIPTAAN KARYA TARI GANJIL

Authors

  • Alfiyanto

Abstract

Karya tari “Ganjil” merupakan eksperimen koreografi berbasis tradisi Pencak Silat yang
dikembangkan melalui pendekatan tari kontemporer. Pencak Silat, sebagai warisan budaya
takbenda yang telah diakui UNESCO, tidak hanya berfungsi sebagai bela diri, tetapi juga sebagai
ekspresi artistik dan medium pewarisan nilai budaya. Karya ini mengolah jurus-jurus Pencak Silat
Sunda dan Minangkabau dengan menerapkan konsep repetisi serta metrum ganjil (3/4, 7/4, 9/4)
untuk menciptakan struktur gerak yang dinamis, ekspresif, sekaligus eksperimental. Repetisi
diposisikan bukan sekadar pengulangan mekanis, melainkan strategi estetik untuk memperkuat
intensitas dramatik, ritme internal, dan pengalaman emosional penonton. Sementara itu,
penggunaan birama ganjil menghadirkan ketegangan musikal, kejutan ritmis, serta memperkaya
komposisi koreografi. Proses kreatif ini dilandasi metode Literasi Tubuh Wajiwa dan Relasi Artistik
yang mengedepankan eksplorasi tubuh, penelitian berbasis praktik, serta keterlibatan komunitas
pesilat lokal. Dengan demikian, karya ini menawarkan kebaruan dalam pengembangan tari
kontemporer berbasis tradisi, sekaligus menghadirkan refleksi kritis atas nilai-nilai budaya yang
diwariskan.
Kata kunci: Pencak Silat, tari kontemporer, repetisi, metrum ganjil

Downloads

Published

2025-12-01