EKSISTENSI SANGGAR TARI BALI ASMARANDANA DALAM PELATIHAN TARI BALI DI KOTA BANDUNG
Abstract
Perkembangan zaman yang semakin meningkat, secara tidak langsung akan mempengaruhi
eksistensi Sanggar Tari Bali (STB) di kota Bandung. Sanggar tari Bali adalah suatu wadah organisasi
nonformal yang menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pementasan tari Bali di Bandung dan
sekitarnya. Adapun beberapa Sanggar tari Bali yang hidup dan berkembang yaitu diantaranya :
Keluarga Kesenian Bali (KKB) Gita Saraswati, STB Sekar Tampaksiring, STB Gelanggang Taruna,
STB PT. Telkom Bandung, STB Purantara Cimahi, STB Asmarandana, dan STB Dewi Anggraeni.
Kehidupan sanggar-sanggar tari Bali di Bandung terlihat memiliki fungsi atau peranan yang sangat
majemuk. Di samping sebagai sarana pendidikan para generasi muda dalam hal kesenian Bali,
sanggar-sanggar yang berkembang di Bandung dan sekitarnya juga berperan untuk kegiatan upcara
keagamaan (Agama Hindu). Seperti kita ketahui, hampir tidak ada suatu upacara keagaam (Agama
Hindu) yang tidak menghadirkan kesenian baik tari maupun karawitan. Maka demikian, fungsi serta
peranan sanggar tari Bali yang ada di Bandung masih marginal. Upaya pengembangan pelestarian
sanggar tari Bali di Bandung bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan eksistensi sebuah
sanggar minoritas yang berkembang dalam ruang lingkup daerah Kota Bandung. Dalam menjaga
eksistensinya STB Asmarandana membuat agenda kegiatan yang dilakukan agar keberadaanya
tetap terjaga. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan
teori eksistensi yakni, eksistensi estetis, etis, dan religius dari Soren Kierkegard.
Kata kunci: Eksistensi, Tari Bali, Sanggar Tari, STB Asmarandana





