INTERPRETASI, KUASA, DAN LEGITIMASI: TINJAUAN FILSAFAT SOSIAL TERHADAP PERAWATAN SITUS MAKAM EYANG MALANDANG

Authors

  • Rufus Goang Swaradesy
  • Dara Bunga Rembulan
  • Sophia Septiani

Abstract

Penelitian ini mengkaji dimensi filosofis dari interpretasi, kuasa, dan legitimasi dalam perawatan
warisan budaya Situs Makam Eyang Malandang di Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang,
Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sisi interpretasi dari pihak pemerintah desa
maupun warga lokal dalam melesatarikan dan merawat situs makam malandang. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus interpretatif yang dilandaskan pada
kerangka filsafat sosial kritis, mensintesiskan teori strukturasi Giddens, konsep hegemoni Gramsci,
dan hermeneutika Gadamer untuk menganalisis dinamika interpretasi, kuasa, dan legitimasi. Data
diperoleh dari observasi lapangan dengan mengunjungi situs makam Eyang Malandang,
wawancara, dan dokumentasi terkait pengelolaan situs makam. Informan penelitian terdiri dari
pemerintah desa, kuncen, serta warga lokal. Analisis data dilakukan melalui pendekatan
hermeneutika kritis untuk mengidentifikasi pola legitimasi, diikuti analisis wacana untuk memahami
makna, dan interpretasi dialektis untuk mengungkap mekanisme kuasa yang terjadi terhadap situs
makam Malandang. Hasil penelitian ini adalah interpretasi pemerintah daerah terkait perawatan situs
makam Malandang menunjukkan sikap "netral". Namun, kenetralan ini sekaligus menunjukkan sisi
kuasa pemerintah daerah untuk menekan sisi sakralitas warga masyarakat yang berdampak pada
perawatan situs makam yang cenderung diabaikan. Temuan mengungkap bahwa masyarakat
mengembangkan resistensi diam melalui kegiatan pemeliharaan mandiri oleh kuncen maupun
warga yang masih percaya dengan situs makam malandang secara turun-temurun.
Kata kunci: Interpretasi, Kuasa, Legitimasi, Perawatan situs makam, filsafat sosial.

Downloads

Published

2025-12-01