TARI PERANG CENTONG DALAM TRADISI NGASA SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT KAMPUNG ADAT JALAWASTU BREBES

Authors

  • Turyati
  • Viola Vianda Sari

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi Tari Perang Centong dalam tradisi Ngasa menjadi
ikon sekaligus identitas budaya masyarakat Kampung Adat Jalawastu. Tari ini berakar dari cerita rakyat
setempat yang menggambarkan konflik batin antara Gandasari dan Gandawangi seiring dengan
masuknya ajaran Islam ke wilayah tersebut. Dalam perkembangannya, Tari Perang Centong tidak
hanya berfungsi sebagai pertunjukan ritual, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya masyarakat
Jalawastu. Pemerintah Kabupaten Brebes, khususnya Dinas Pariwisata, memiliki peran penting dalam
upaya pelestarian dan pengembangan seni-budaya lokal ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif
dengan pendekatan etnografi serta perspektif emik dan etik. Data diperoleh melalui observasi
partisipatif dan wawancara mendalam dengan pemangku adat, kepala desa, kepala dusun, Dewan
Kokolot, kuncen, para penari, serta masyarakat Kampung Adat Jalawastu. Analisis penelitian merujuk
pada teori identitas budaya Stuart Hall untuk menjelaskan konstruksi identitas budaya melalui praktik
seni tradisi.
Kata Kunci: Identitas buadaya, Tari Perang Centong, Tradisi Ngasa, Kampung Adat Jalawastu

Downloads

Published

2025-12-01