NAVIGASI NARASI KEARIFAN LOKAL KAMPUNG ADAT JALAWASTU
Abstract
Kampung adat Jalawastu merupakan kapung adat yang terletak di lereng gunung di Kabupaten Brebes,
Jawa Tengah. Namun demikian, masyarakat Jalawastu bukan berbahasa Jawa, melainkan berbahasa
Sunda. Beragam kekhasan yang ada di Jalawastu menjadikannya didaulat sebagai salah satu destinasi
wisata yang berbasis budaya lokal. Sebagai destinasi wisata, Jalawastu dihadapkan pada tantangan
pengembangan nilai-nilai budaya lokal yang dapat bersaing untuk pengembangan nilai ekonomi.
Tuntutan ini mendorong terjadi komodifikasi budaya yang pada akhirnya berpengaruh pada
bergesernya nilai budaya yang bersifat sakral menuju sifat profan. Yang bersifat filosofis akan digeser
pelan-pelan pada kepentingan praktis ekonomi. Kondisi semacam ini menuntut kesadaran dan
pengetahuan pihak-pihak terkait mengenai kearifan lokal masyarakat Jalawastu. Navigasi narasi
dilakukan dengan wawancara dan pengamatan pada aktivitas masyarakat. Pengamatan menunjukkan
praktik sosial sehari-hari masyarakat dipandu oleh nilai-nilai ajaran karuhun, konsep tritangtu atau
tangtutigo, dan berbagai narasi kearifan lokal masyarakat. Pamali menjadi panduan perilaku
masyarakat dalam kehidupan sehari-hari di Jalawastu. Nilai-nilai kehidupan tersebut menjadi panduan
bagi masyarakat untuk tidak antipati terhadap pengembangan nilai ekonomi budaya lokal dengan tetap
menjaga dan merawat budaya lokal yang menghidupi mereka.
Kata kunci: destinasi wisata, Jalawastu, kampung adat, kearifan lokal, narasi, pamali.





