Assemblage Art Pada Komunitas Invalid Urban Sebagai Metode Penciptaan Karya Berbasis Benda Temuan

Authors

  • Nandang Gumelar Wahyudi Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Indonesia
  • Adinda Safrina Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Indonesia
  • Rizki Lutfi Wiguna Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26742/atrat.v13i1.4502

Keywords:

assemblage art, invalid urban, objek temuan, seni kontemporer

Abstract

Assemblage art adalah istilah yang digunakan dalam karya seni rupa yang berasal dari teknik penggabungan berbagai objek temuan atau benda-benda bekas sehari-hari yang disusun dan dirakit hingga membentuk kesatuan karya seni. Istilah ini pertama kali muncul awal abad ke-20 dan sering dikaitkan dengan gerakan avant-garde seperti dalam seni Dada dan seni Konstruktivisme. Hal ini dianggap telah mempengaruhi perkembangan seni kontemporer dengan membawa pendekatan yang inovatif terhadap metode penciptaan, materialitas, dan makna objek. Salah satu komunitas seni yang menggunakan teknik assemblage sebagai metode utama penciptaan karyanya adalah komunitas Invalid Urban. Komunitas ini berdiri di Bandung sejak tahun 2000, hingga saat ini aktif mengedepankan projek-projek seni eksperimental berbasis benda-benda temuan yang dirakit secara artistik hingga menjadi kesatuan karya yang utuh dan menarik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kualitatif dengan pendekatan Etnografi. Metode ini digunakan untuk memahami perilaku, kepercayaan, dan norma suatu kelompok sosial atau budaya. Metode ini melibatkan pengamatan partisipan, di mana peneliti secara langsung terlibat dalam kehidupan sehari-hari kelompok tersebut. Peneliti berupaya dapat menggali makna dan konsep-konsep yang mendasari assemblage art pada karya Invalid Urban yang dapat memberikan kontribusi keilmuan dalam dunia akademik dan hubungannya dengan perkembangan seni rupa kontemporer saat ini
yang memuat isu-isu sosial, budaya, dan lingkungan yang relevan.

References

Boccioni, U. (1912). Technical Manifesto of Futurist Sculpture. Dalam A. Apollonio (Ed.), Futurist Manifestos (pp. 62-70). London: Thames & Hudson.

Breton, A. (1924). Manifesto of Surrealism. Paris: Éditions du Sagittaire Chilvers, I., & Glaves-Smith, J. (1998). Dictionary of Modern and Contemporary Art. Oxford University Press.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

DeLanda, Manuel. (2016). Assemblage Theory. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Feldman, Edmund Burke. (1967), Art as Image and Idea, The University of Georgia.

Kaprow, A. (1966). Assemblage, Environments & Happenings. New York: H.N. Abrams.

Pooler, Richard. (2013), The Bounderies of Modern Art. Great Britanian and USA: Arena Books

Seitz, William Chapin, (1961), The Art of Assemblage, New York: The Museum of Modern Art

Downloads

Published

2025-10-10

How to Cite

Wahyudi, N. G., Safrina, A., & Wiguna, R. L. (2025). Assemblage Art Pada Komunitas Invalid Urban Sebagai Metode Penciptaan Karya Berbasis Benda Temuan. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 13(1), 33–45. https://doi.org/10.26742/atrat.v13i1.4502

Citation Check

Most read articles by the same author(s)