WRAPPED KAIN PADA OBJEK YANG TERBUNGKUS SEBAGAI IDE DALAM PENCIPTAAN KARYA LUKIS

Synthia Nur Maudina, Zaenudin Ramli, Nandang Gumelar Wahyudi

Abstract


Fabrics and dolls were chosen as a media and a form of communication by the author in the process of making persception of imagination. The cloth that wraps the doll eventually presents a new form and then raises the interest of folds and wrinkles called drapery as an aesthetic experience. In the selection of this work the writer chooses 2 objects as the basis of the work to be revealed in the form of dolls and cloth. Dolls represent an association of the human body and a metaphor of women’s self-image as an imagination communication. Fabric used to reproduce the lid or protector of what it is wrapped. By wrapping a doll in cloth as a form of wrapped, then there is a perception of association that is an experience of reflection from the phases of the author's life from then until now. The experience of these life phases will be presented in the work to produce a communication process which will eventually be presented as a sublime work. From the creative process and the discussion that has been carried out with the concept of results, all paintings produced are 5 works with the titles: (1) Feminine, (2) Transition, (3) Rest, (4) Falling, (5) Obsession.

 

Keywords: Fabric, Drapery, Perception, Wrapping, Experience, Sublime

------------------------------------------------------------------------------------------


Kain dan boneka dipilih sebagai media dan bentuk dari lawan komunikasi penulis pada proses membangun suatu persepsi imajinasi. Kain yang kemudian membungkus boneka itu akhirnya menghadirkan bentuk baru dan kemudian memunculkan sebuah ketertarikan berupa efek lipatan dan kerutan yang disebut dengan draperi sebagai pengalaman estetis.  Dalam gagasan karya ini penulis memilih 2 objek sebagai pijakan karya yang ingin diungkap bentuk boneka dan kain. Boneka merepresentasikan sebagai sebagai asosiasi tubuh manusia dan metafora dari citra diri sebagai wanita sebagai komunikasi imajinasi. Kain dipakai untuk merepresentasikan penutup atau pelindung dari  apa yang dibungkusnya. Dengan membungkus boneka dengan kain sebagai wujud wrapped maka hadirlah suatu persepsi asosiasi yang merupakan pengalaman atas refleksi mental dari fase-fase kehidupan penulis dari dulu hingga sekarang. Pengalaman fase-fase kehidupan ini akan dihadirkan pada karya untuk melahirkan proses komunikasi yang pada akhirnya akan dihadirkan menjadi karya yang bersifat sublim. Dari proses kreatif dan pembahasan yang telah dilakukan dengan konsep penciptaan, seluruh lukisan yang dihasilkan berjumlah 5 karya dengan judul antara lain: (1) Feminim, (2) Transisi, (3) Rehat, (4) Jatuh, (5) Obsesi.

 

Kata kunci: Kain, Draperi, Persepsi, Membungkus, Pengalaman, Sublim


References


Anggraini, L. & Nathalia, K. (2014). Desain Komunikasi Visual; Dasar-dasar Panduan Untuk Pemula. Bandung: Nuansa Cendikia.

Darmaprawira, Sulasmi. (2002). Warna: Teori dan Kreativitas Penggunaanya. Bandung: ITB.

Poespo,Goet. (2009). A-Z Istilah Fashion. Jakarta: Gramedia

Soedarso, SP. (1988). Tinjauan Seni, Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sana.

Sidik, Fajar dan Aming Prayitno. (1979). Desain Elementer. Yogyakarta: STSRI “ASRI”.

Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung: ITB Press.

Sandi Pratama, Herdito. (2017). Disposisi Estetika Sublim Dalam Seni.

Santa Ulitua Gabriella Hutauruk. (2016). Pengaruh Efek Warna Netral di Ruang Baca Dewasa Terhadap Psikologi Pengunjung BAPUSIPDA JAWABARAT. ISSN : 2355-9349




DOI: http://dx.doi.org/10.26742/atrat.v8i3.1603

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.