EKSPLORASI MOTIF JAWA HOKOKAI DENGAN TEKNIK BATIK CAP PADA MATERIAL DENIM

Hilda Amira, Mochammad Sigit Ramadhan

Abstract


Batik as Indonesian cultural heritage is peculiar to each region. Jawa Hokokai Batik is a coastal batik that is affected from outside culture. Jawa Hokokai Batik has austere and detailed motifs that fill the whole fabric. It also  contains a Japanese culture, called Susomoyo. It starts from one corner and spreads to the edges of the fabric but not meet the similar patterns from the opposite corner. The ornaments usually used are cherry blossoms, dahlias, chrysanthemums, orchids, butterflies and peacocks. In Japanese culture, susomoyo only appears at the end of the kimono or the bottom of the skirt with a diagonal design whose motifs are inspired by nature and Japanese folklore. However, as time goes by,, the exploration of Jawa Hokokai batik pattern is still rare. Therefore, it is necessary to develop the susomoyo motif that is found in Jawa Hokokai batik. The qualitative method was used in the study through observation, literature study, interview and exploration. The result of this study is a sheet of fabric and clothing, that is kimono outer filled with Jawa Hokokai motifs by using the technique of batik cap or batik stamp and indigo dye on denim. 

Keywords: Batik, Batik Jawa Hokokai, Susomoyo, Denim Material

________________________________________________________________

 

Batik merupakan warisan budaya Indonesia memiliki keistimewaan dari beragam daerah. Batik Jawa Hokokai adalah batik pesisir yang terpengaruh dari kebudayaan luar. Batik Jawa Hokokai memiliki motif yang memenuhi kain, tegas, rinci serta memiliki kebudayaan Jepang yaitu Susomoyo. Susomoyo dimulai dari salah satu pojok dan menyebar ke tepi-tepi kain tetapi tidak bersambung dengan motif serupa dari pojok yang berlawanan. Ragam hias yang digunakan biasanya berupa bunga sakura, dahlia, krisan, anggrek serta adanya kupu-kupu dan merak. Pada kebudayaan Jepang, susomoyo hanya muncul di ujung kimono atau bagian bawah rok dengan desain diagonal dengan motif yang terinspirasi dari alam dan cerita rakyat Jepang. Seiring berkembangnya zaman, eksplorasi motif batik Jawa Hokokai masih sedikit dilakukan. Dari permasalahan tersebut, peneliti ingin mengembangkan motif susomoyo yang terdapat pada batik Jawa Hokokai dengan metode kualitatif yaitu dengan melakukan observasi, studi literatur, wawancara dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa lembaran kain dan produk busana yaitu kimono outer bermotif Jawa Hokokai dengan menggunakan teknik batik cap dan pewarna indigo pada material denim.

Kata Kunci: Batik, Batik Jawa Hokokai, Susomoyo, Material Denim


References


Kight, K. (2011). In A Field Guide to Fabric Design. Lafayette: Stash Books.

Kusrianto, A. (2013). Batik, Filosofi, Motif, & Kegunaan. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Musman, &. A. (2011). Batik: Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta: G-Media.

Paul, R. (2015). Denim Manufacture, Finishing and Application. UK: Woodhead.

Ramelan, T. (2010). The 20th Century Batik Masterpieces. International: KR Communication.

Sunaryo, A. (2009). Ornamen Nusantara: Kajian Khusus Tentang Ornamen Indonesia. Semarang: Dahara Prize.

Supriono, P. (2016). The Heritage of Batik Identitas Pemersatu Kebangaan Bangsa. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Wulandari, A. (2011). Batik Nusantara Makna Filosofi, Cara Pembuatan, dan Industri Batik. Yogyakarta: Penerbit Andi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.