PENERAPAN TENUN GRINGSING PADA ELEMEN DEKORATIF DEVALI RESTAURANT HOTEL FOUR POINTS SEMINYAK BALI
DOI:
https://doi.org/10.26742/atrat.v13i1.3834Kata Kunci:
contamporary, Gringsing, hotel, restaurant, weavingAbstrak
ABSTRAK
Seiring perkembangan pariwisata di daerah Bali berbanding lurus dengan peningkatan city hotel yang memberikan berbagai fasilitas. Four Points Hotel di Seminyak Bali merupakan city hotel dengan klasifikasi bintang empat yang menyediakan fasilitas untuk tamu berlibur maupun perjalanan bisnis dengan memperhatikan fungsi utama hotel dan mengangkat estetika untuk diterapkan pada setiap elemen interiornya. Estetika Pengolahan (motif) Kain Tenun Gringsing sebagai Elemen Dekoratif pada Perencanaan Desain Interior De Vali Restoran merupakan penelitian yang membahas tentang transformasi dan implementasi motif kain tenun gringsing pada berbagai elemen dekoratif perencanaan interior De Vali Restoran, melalui pertimbangan motif, fungsi, dan arti simbolik. Penerapan transformasi bentuk motif dilakukan melalui pendekatan estetis sesuai dengan kaidah estetika desain, dengan menitikberatkan pada tiga unsur yaitu komposisi, proporsi, dan warna pada material. Demikian perencanaan dari pembaharuan interior Restoran Hotel Four Points Seminyak Bali agar dapat menjadi daya tarik melalui konsep Kontemporer.
Kata kunci: restoran, Hotel , Tenun, Gringsing, Kontemporer
Referensi
F D.K Ching. (2009). Arsitektur Bentuk,
Ruang, dan Tatanan. Jakarta:Erlangga.
Kristeva, J. (2013, Mei 2).
INTERTEKSTUALITAS. Retrieved from: https://sinaukomunikasi.wordpress.com/2013/05/02/intertekstualitas/
Rachman, A. (2018, November 18).
Gringsing amid Changing Time. Retrieved from: http://www.listentotheworld.net/human-aesthetics/gringsing-amid-changing-times/
Sachari, A. (2007). Budaya Visual Indonesia
Membaca Makna Perkembangan Gaya Visual Karya Desain Di Indonesia abad ke 20. Jakarta: Erlangga.
Sumartono. (2018). Metodologi Penelitian
Kualitatif Seni Rupa & Desain. Jakarta: FSRD Universitas Trisakti.
Utami, S. (2014). Tenun Gringsing Korelasi
Motif, Fungsi, Dan Arti Simbolik. Imaji Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 12(1).
DOI :https://doi.org/10.21831/imaji.v1
2i1.3632
Gede Parma, I Putu. 2010. Pengamalan
Konsep Tri Hita Karana di Hotel (Sebuah Studi Kasus Pengembangan Hotel Berwawasan Budaya Di Matahari Beach Resort And Spa). Jurnal Media Bina Ilmiah Lembaga Pengembangan Sumber Daya Insani (LPSDI) Vol: 4 No.2 April 2010 ISSN 1978-3787 Halaman: 1-8)
Wisnu Wardana, I. I. G. N, dkk (2016). Tri
Hita Karana Award & Accreditation 2016. Bali: Dipublikasikan Oleh Yayasan Tri Hita Karana Bali.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nabila Rifqi Rabbani, Saryanto Saryanto

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to jurnal Atrat and Jurusan Seni Rupa STSI Bandung as the publisher of the journal. Copyright encompasses rights to reproduce and deliver the article in all form and media, including reprints, photographs, microfilms, and any other similar reproductions, as well as translations.
Jurnal Atrat and the Editors make every effort to ensure that no wrong or misleading data, opinions or statements be published in the journal. In any way, the contents of the articles and advertisements published in jurnal Atrat are the sole and exclusive responsibility of their respective authors and advertisers.
The Copyright Transfer Form can be downloaded here: [Copyright Transfer Form JTSiskom]. The copyright form should be signed originally and send to the Editorial Office in the form of original mail, scanned document or fax :
Agus Cahyana (Editor-in-Chief)
Editorial Office of Jurnal Atrat
Department of fine art and design. ISBI Bandung
Jl. Buah Batu 212
Email: jurnalatrat@gmail.com





