Estetika Kota dan Keterikatan Masyarakat: Analisis Pengaruh Public Art di Malioboro, Yogyakarta

Penulis

  • Sindu Lintang Ismoyo Universitas Gadjah Mada, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26742/atrat.v13i1.3869

Kata Kunci:

creative economy, Malioboro, public art, social interaction, urban aesthetics

Abstrak

 

 

Penelitian ini mengeksplorasi peran public art dalam membentuk keterikatan masyarakat dengan lingkungan serta pengaruhnya terhadap estetika kota, dengan fokus pada studi kasus public art di Malioboro, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif-kualitatif) dengan metode deduktif untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap public art serta dampaknya terhadap ruang publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa public art memiliki dampak positif dan signifikan terhadap place attachment, di mana persepsi publik terhadap karya seni ini berkontribusi pada keterikatan emosional mereka dengan lingkungan. Selain itu, durasi dan frekuensi kunjungan turut memengaruhi bagaimana publik menilai public art. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa public art memberikan manfaat estetika, sosial-fungsional, kultural, dan ekonomi yang signifikan, termasuk peningkatan keindahan visual, daya tarik wisata, refleksi identitas lokal, edukasi masyarakat, serta peluang kerja bagi praktisi seni. Penelitian ini berkontribusi dalam pemahaman tentang peran seni publik dalam membentuk karakter kota dan interaksi sosial, serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan praktik seni publik di kawasan perkotaan lainnya.

Kata kunci: Public Art, Estetika Kota, Interaksi Sosial, Ekonomi Kreatif, Malioboro.

 

 

Referensi

Ahmad, M. Z. (2021). Place Attachment Berorientasi Smellscape Sebagai Alternatif Pengembangan Kawasan. Universitas Gadjah Mada.

Ahmad, M. Z., & Roychansyah, M. S. (2022). Kajian Teoritis Hubungan Smellscape Terhadap Place Attachment. REKA RUANG, 5(1).

Altman, I., & Low, S. M. (1992). Place Attachment. Plenum Press.

Andrade, P. (2020). Urban public art and tourism communication. Revista Lusófona de Estudos Culturais/Lusophone Journal of Cultural Studies, 7(1), 39-59.

Andriadi, R. (2016). Mayangkara: Buletin Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya, Sumbu Filosofi Yogyakarta. Dinas Kebudayaan DIY, 1–30.

Bawono, R. (2022). Perancangan Cergam Perisitiwa Yogya Kembali (Doctoral dissertation, ISI Yogyakarta).

Bryman, A. (2016). Social research methods. Oxford university press.

Chang, T. C. (2008). Art and soul: Powerful and powerless art in Singapore. Environment and planning A, 40(8), 1921-1943.

Cheung, M., Smith, N., & Craven, O. (2021). The impacts of public art on cities, places and people’s lives. The Journal of arTs ManageMenT, law, and socieTy, 52(1), 37-50.

Cudny, W., & Appelblad, H. (2019). Monuments and their functions in urban public space. Norsk Geografisk Tidsskrift-Norwegian Journal of Geography, 73(5), 273-289.

Cuffie, H. A. T. (2021). Public Art and the Impact it has on the Society. Journal of Contemporary Indonesian Art, 7(2), 98-104.

Damayanti, R., Tampubolon, A. C., & Kusumo, C. (2020, April). The evaluation of city landmarks through the study of place attachment in Surabaya, Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 490, No. 1, p. 012014). IOP Publishing.

Ernawati. (2022). Representasi Seni Kriya Ruang Publik Di Yogyakarta. Prosiding Seminar Akademik Fakultas Seni Rupa, 66-77

Fabian, H., Osman, M. T., & Mohd Nasir, B. (2012). Towards integrating public art in Malaysian urban landscape. Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities, 20(2).

Hall, T., & Roberston, I. (2001). Public Art and Urban regeneration: Advocancy, Claims, and Critical Debates. Landscape Research, 26(1), 5–26.

Hartanto, K., & Parung, C. A. P. (2022). The Role of Public Arts: Case Studies of Public Arts in Urban Park of Central Surabaya. ITB Graduate School Conference, 1(1), 34–45.

Ismoyo, S. L. (2025). Kajian Seni Rupa di Ruang Publik dan Pengaruhnya Terhadap Citra Kota Yogyakarta. Askara: Jurnal Seni dan Desain, 3(2), 113-129.

Isvara, A. L., & Ismoyo, S. L. (2025) Seni dan Demokrasi: Pemanfaatan Ruang Publik sebagai Sarana Ekspresi, Perlawanan, dan Advokasi oleh Komunitas Taring Padi. Irama: Jurnal Seni, Desain dan Pembelajarannya, 7(1).

Januchta-Szostak, A. (2010). The role of public visual art in urban space recognition. In Cognitive maps. IntechOpen.

Jasmi, M. F., & Mohamad, N. H. N. (2016). Roles of public art in Malaysian urban landscape towards improving quality of life: Between aesthetic and functional value. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 222, 872-880.

Lukito, Y. N., & Zahra, R. A. (2018, December). Improving the Quality of Urban Lives through Public Art in Taman Suropati, Jakarta. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 213, No. 1, p. 012030). IOP Publishing.

Sari, P., Munandar, A., & Fatimah, I. S. (2018, August). Perception of place attachment between cultural heritage in Yogyakarta City. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 179, No. 1, p. 012012). IOP Publishing.

Setiawan, T. (2010). Role of public art in urban environment:: A case study of mural art in Yogyakarta city.Universitas Gadjah Mada.

Sharp, J., Pollock, V., & Paddison, R. (2020). Just art for a just city: Public art and social inclusion in urban regeneration. In Culture-Led Urban Regeneration (pp. 156-178). Routledge.

Smaldone, D. (2006, April). The role of time in place attachment. In Proceedings of the 2006 Northeastern Recreation Research Symposium (pp. 47-56). Forest Service, Northern Research Station.

Thomas, C. G. (2021). Research methodology and scientific writing. Thrissur: Springer.

Woosnam, K. M., Aleshinloye, K. D., Ribeiro, M. A., Stylidis, D., Jiang, J., & Erul, E. (2018). Social determinants of place attachment at a World Heritage Site. Tourism management, 67, 139-146.

Zebracki, M. (2013). Beyond public artopia: public art as perceived by its publics. GeoJournal, 78(2), 303-317.

Zebracki, M., Van Der Vaart, R., & Van Aalst, I. (2010). Deconstructing public artopia: Situating public-art claims within practice. Geoforum, 41(5), 786-795.

Diterbitkan

2025-10-10

Cara Mengutip

Ismoyo, S. L. (2025). Estetika Kota dan Keterikatan Masyarakat: Analisis Pengaruh Public Art di Malioboro, Yogyakarta. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 13(1), 144–160. https://doi.org/10.26742/atrat.v13i1.3869

Citation Check